LPBI NU Kendal Perkuat Jaringan Kebencanaan hingga Kecamatan Hadapi Ancaman Kemarau Panjang

Sabtu, 18 Juli 2026 | 17.16
Rapat kordinasi menghadapi musim kemarau panjang yang diselenggarakan LPBI PCNU Kendal. (edhot)
Rapat kordinasi menghadapi musim kemarau panjang yang diselenggarakan LPBI PCNU Kendal. (edhot)

LPBI NU Kendal memperkuat jaringan kebencanaan hingga tingkat kecamatan untuk mengantisipasi kekeringan, karhutla, dan krisis air bersih selama musim kemarau panjang 2026.

KENDAL, puskapik.com – Mengantisipasi dampak kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2026, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Kendal menggelar rapat koordinasi bersama pengurus LPBI NU tingkat kecamatan, NU Peduli, dan Lazisnu Kendal.

Pertemuan tersebut difokuskan pada penyusunan strategi mitigasi bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta penguatan sistem pelaporan kebencanaan di tingkat lokal.

Baca Juga: Modus Kuasai HP Istri Korban, Pemuda Banyumas Tipu Warga Pekalongan Rp 50 Juta, Dibekuk di Indramayu

Ketua LPBI PCNU Kendal, Adib Maulana, mengatakan koordinasi antarpengurus di tingkat kecamatan menjadi langkah penting untuk mempercepat respons terhadap berbagai potensi bencana yang muncul selama musim kemarau.

Menurutnya, LPBI NU Kendal akan membangun wadah komunikasi yang melibatkan seluruh pengurus kecamatan sebagai sarana berbagi informasi, pemetaan wilayah rawan, hingga pelaporan kejadian bencana secara cepat dan terintegrasi.

Baca Juga: Kunjungan WNA Menggunakan KA di Stasiun Pekalongan Capai 4.758 Orang pada Semester I 2026

“Ke depan kami akan memperkuat jaringan komunikasi antarpengurus LPBI NU di kecamatan agar informasi kebencanaan bisa diterima dan ditindaklanjuti lebih cepat,” ujarnya.

Ketua Lazisnu Kendal, H. Abidin, menilai langkah tersebut sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibanding biasanya.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini karena dampak kemarau tidak hanya berupa kekeringan, tetapi juga meningkatnya risiko kebakaran lahan dan berkurangnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“NU harus hadir di tengah masyarakat. Lazisnu siap bersinergi dengan NU Peduli dan LPBI NU untuk mendukung upaya penanganan dampak kemarau yang mungkin terjadi di berbagai wilayah Kendal,” katanya.

Sementara itu, Ketua NU Peduli Kendal, Khusnul Huda, mengingatkan bahwa Kabupaten Kendal memiliki karakteristik wilayah yang beragam sehingga ancaman bencananya pun berbeda-beda.

Kawasan pesisir menghadapi risiko rob, sedangkan wilayah perbukitan dan pegunungan rentan terhadap longsor.

Ia menyebut, pengalaman selama periode 2023 hingga 2025 menunjukkan sejumlah daerah di Kendal berulang kali mengalami kekeringan dan kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

Wilayah tersebut antara lain Meteseh di Kecamatan Boja, Tambahsari di Limbangan, Gebangan di Pageruyung, Curugsewu di Patean, Sumberejo di Kaliwungu, Manggungmangu di Plantungan, Kedungsari di Ringinarum, serta Harjodowo di Sukorejo.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait