Nawal Yasin: Literasi Kunci Cetak Generasi Tangguh Era Digital

Selasa, 9 Juni 2026 | 14.35
puskapik

Bunda Literasi Jateng Nawal Arafah Yasin mendorong penguatan literasi digital hingga tingkat akar rumput guna mencetak generasi cerdas, kritis, dan adaptif.

PEKALONGAN, puskapik.com - Penguatan gerakan literasi menjadi kunci dalam mencetak generasi yang tangguh, kritis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital.

Hal tersebut disampaikan Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat menghadiri kegiatan Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan:

“Digital Cerdas-Gemar Membaca”, yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, peningkatan literasi digital harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Pemerintah Pusat Pacu Jateng Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Pembangunan Strategis Dikebut

Sebab, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan memahami informasi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul.

"Penguatan literasi digital menjadi salah satu program prioritas di Dinas Arpus. Kami meminta komitmen bersama untuk meningkatkan literasi di Jawa Tengah," ujar istri Wagub Jateng tersebut.

Dia menjelaskan, gerakan literasi perlu diperkuat hingga tingkat akar rumput, dengan melibatkan Bunda Literasi di 35 kabupaten/kota.

Baca Juga: Kendal Wakili Jawa Tengah di Ajang PPD Nasional 2026

Pasalnya, Bunda Literasi memiliki peran strategis sebagai penggerak kegiatan literasi, edukator literasi, kolaborator literasi, serta motivator literasi.

"Jadi literasi ini sesuatu hal yang penting untuk kami gerakkan dengan bunda-bunda literasi di 35 kabupaten/kota. Karena perannya sangat strategis, kita bisa masuk ke banyak komunitas dan membangun ekosistem," ungkap Nawal.

Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, pihaknya mengintegrasikan gerakan literasi ke dalam berbagai program Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Bunda PAUD. Langkah tersebut dilakukan agar literasi menjadi gerakan bersama yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Dia menekankan, penguatan literasi tidak boleh sekadar menjadi program seremonial atau hanya berorientasi pada penghargaan dan penilaian. Lebih dari itu, literasi harus tumbuh sebagai panggilan hati dan tanggung jawab moral, untuk menyebarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

"Ini diharapkan menjadi gerakan yang bukan hanya reward dan punishment, tapi panggilan hati, panggilan nurani," tegas Nawal yang juga Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu dan Bunda PAUD Jawa Tengah.

Menurutnya, ilmu pengetahuan ialah salah satu sumber kemuliaan manusia. Karena itu, gerakan literasi harus dilandasi semangat berbagi ilmu pengetahuan, demi menciptakan perubahan positif bagi generasi masa depan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait