Pabrik Baru di KIK Siap Ekspor Camilan Umbi ke 30 Negara, Serap Lebih dari 1.000 Tenaga Kerja

PT Maxindo Karya Anugrah meresmikan pabrik senilai Rp300 miliar di Kendal. Investasi ini menyerap 1.000 pekerja dan memperkuat kemitraan dengan petani lokal.
KENDAL, puskapik.com – Kabupaten Kendal kembali menarik investasi besar di sektor industri pangan. PT Maxindo Karya Anugrah meresmikan fasilitas produksi terbarunya di Kendal dengan nilai investasi awal sekitar Rp300 miliar.
Pabrik ini menjadi yang terbesar milik perusahaan dan ditargetkan menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja.
Tak hanya membuka lapangan pekerjaan, pabrik tersebut juga menjadi motor penggerak bagi petani lokal.
Baca Juga: Dari Diskualifikasi hingga Damai, Begini Akhir Polemik Laga Sudipayung Cup II di Kendal
Setiap hari PT Maxindo membutuhkan sekitar 100 ton umbi-umbian sebagai bahan baku yang dipasok dari petani di Jawa Tengah, termasuk dari wilayah Kaliwungu dan Boja.
Direktur PT Maxindo Karya Anugrah, Gareth Suryo Wijoyokartono, mengatakan pabrik di Kendal merupakan fasilitas produksi ketiga perusahaan setelah dua pabrik sebelumnya di Bogor.
"Kami berharap dapat berkolaborasi dengan masyarakat Kendal melalui penyuplai bahan baku dan penyerapan tenaga kerja sehingga bisa bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Kendal," ujarnya.
Baca Juga: Dua Pencuri Kotak Amal Beraksi di Masjid An Nur Perum Kaliwungu Kendal
Untuk menjamin ketersediaan bahan baku, perusahaan mulai membangun kemitraan dengan petani melalui pembagian bibit umbi.
Program tersebut diperkuat dengan kerja sama bersama Institut Pertanian Bogor untuk mengembangkan bibit unggul sekaligus memberikan pendampingan budidaya kepada petani.
Menariknya, seluruh bahan baku yang digunakan berasal dari petani Indonesia. Produk olahan berbasis umbi yang diproduksi perusahaan kini telah dipasarkan ke sekitar 30 negara di empat benua, mulai dari Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jerman, China, Jepang, Kuwait, Arab Saudi hingga Palestina.
Selain memenuhi permintaan ekspor, PT Maxindo juga memproduksi makanan untuk merek Lemonilo.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyambut baik hadirnya investasi tersebut. Menurutnya, keberadaan PT Maxindo akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari meningkatnya investasi, bertambahnya lapangan kerja hingga terbukanya peluang usaha bagi petani lokal.
"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada PT Maxindo. Harapan kami perusahaan ini terus memberikan kontribusi yang nyata dan semakin positif bagi Kabupaten Kendal, baik dalam penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan pemuda, maupun peningkatan investasi," kata Bupati.
Masuknya PT Maxindo memperkuat posisi Kendal sebagai salah satu pusat industri pengolahan pangan nasional.


