Pemprov Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Kasus Campak

Senin, 30 Maret 2026 | 14.55

Pemprov Jateng perkuat imunisasi dan edukasi cegah KLB campak, menyusul tren suspek meningkat. Penyakit ini sangat menular dan berisiko bagi anak.

SEMARANG, puskapik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, menyusul meningkatnya tren suspek campak dalam dalam tiga tahun terakhir.

Penguatan imunisasi dan edukasi masyarakat menjadi fokus utama, seiring tingginya tingkat penularan penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI Bidang Kesehatan, terkait Pengawasan Kesiapsiagaan Daerah dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak, di Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng Jl Pahlawan Semarang, Senin, 30 Maret 2026.

Baca Juga: Heboh, 5 Langkah Jitu Atasi Berat Badan Pascalebaran Idul Fitri 2026

Gus Yasin, panggilan akrabnya menyampaikan bahwa kewaspadaan terhadap campak perlu ditingkatkan, mengingat daya tularnya yang sangat tinggi, bahkan melebihi Covid-19.

“Kalau Covid-19 satu orang menulari lima orang, campak bisa sampai 18 orang. Maka penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya seperti TBC,” ujarnya.

Saat ini, KLB campak di Jawa Tengah baru terjadi di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati.

Baca Juga: Kumpulkan Kepala Daerah se-Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Gandeng KPK Perkuat Benteng Antikorupsi

Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek, yaitu Brebes dan Kudus. Meski sebagian besar wilayah masih dalam kondisi terkendali, potensi penyebaran tetap menjadi perhatian.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tren suspek campak di Jawa Tengah sepanjang 2023 hingga triwulan I 2026 cenderung naik.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait