Pemprov Jateng-NTU Singapura Kolaborasi Peningkatan Kualitas ASN

Jumat, 8 Mei 2026 | 19.24
puskapik

Pemprov Jateng jajaki kerja sama dengan NTU Singapura, buka peluang ASN kuliah S2 dan pelatihan internasional guna tingkatkan kualitas SDM birokrasi.

SEMARANG, puskapik.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka peluang besar bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng untuk menempuh pendidikan magister hingga mengikuti pelatihan internasional di Singapura.

Kesempatan itu muncul setelah Pemprov Jateng menjajaki kerja sama strategis dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapore, salah satu universitas terbaik dunia.

Kerja sama tersebut dibahas saat Ahmad Luthfi menerima kunjungan Senior Advisor NTU Singapore, Mohammad Maliki bin Osman, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: ABK KM Uli Jaya 02 Meninggal Dunia Saat Melaut di Perairan Nusakambangan Cilacap, Diduga Serangan Jantung

Dalam pertemuan itu, NTU menawarkan program beasiswa S2 (Master Degree) yang dijalankan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program tersebut terbuka bagi masyarakat Indonesia, termasuk ASN Jawa Tengah, dengan kuota sekitar 200 peserta setiap tahun.

“Kami sudah berjumpa dengan Gubernur untuk ikut menggalakkan dan melihat apakah ada masyarakat atau pegawai di kantor gubernur yang bisa dihantar ke Singapura untuk menuntut ilmu S2. Bidang apapun juga, teknik, komunikasi, dan sebagainya bisa,” kata Mohammad Maliki bin Osman usai pertemuan.

Baca Juga: Pemuda di Bantarkawung Brebes Ditemukan Meninggal dalam Kondisi Tergantung di Kebun Belakang Rumah

Ia menjelaskan, pembiayaan beasiswa dilakukan melalui skema joint funding antara LPDP dan NTU. Pendaftaran dapat dilakukan melalui LPDP maupun langsung ke NTU.

Tak hanya program S2, NTU juga menawarkan Singapore Cooperation Programme (SCP), yakni program kursus singkat untuk meningkatkan kompetensi ASN di berbagai bidang strategis.

Melalui SCP, peserta dari Pemprov Jateng bisa mengikuti pelatihan tentang pengelolaan air, pengelolaan sampah, kecerdasan buatan (AI), dan berbagai bidang pembangunan lainnya. Pemerintah Singapura akan menanggung biaya program selama di sana, sementara Pemprov Jateng hanya menyiapkan biaya perjalanan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait