Penjual Nasi Bungkus Ditemukan Meninggal di Tepi Jalan Brangsong Kendal

Penjual nasi bungkus di Brangsong, Kendal ditemukan meninggal di samping warungnya. Korban diduga meninggal akibat sakit yang selama ini dideritanya.
KENDAL, puskapik.com - Seorang penjual nasi bungkus ditemukan meninggal dunia di tepi Jalan Raya Brangsong, Kabupaten Kendal, Selasa (19/5/2026) malam. Korban diduga meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
Korban diketahui bernama Abdul Aziz (58), warga Dukuh Jipang, Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 23.00 WIB di tepi Jalan Raya Brangsong, masuk wilayah Desa Kebonadem.
Kapolsek Brangsong, Adi Winarno, menjelaskan sebelum ditemukan meninggal, korban tengah berjualan nasi bungkus di warung miliknya di pinggir jalan. Saat itu terdapat seorang pembeli yang sedang makan di lokasi.
Baca Juga: Sembunyikan Sabu di Bungkus Rokok, "Ciblek" Diringkus Satresnarkoba Polres Pekalongan
Korban kemudian pamit kepada pembeli untuk buang air kecil di samping warung yang merupakan lahan kosong. Namun setelah sekitar 20 menit, korban tidak kunjung kembali ke warung.
Karena merasa curiga, pembeli tersebut kemudian mencari korban di sekitar lokasi dan mendapati korban sudah tergeletak di samping warung dalam kondisi tidak bergerak. Pembeli lalu meminta bantuan warga sekitar untuk mengecek kondisi korban.
Tak lama kemudian, anak korban datang ke lokasi dan memanggil tim medis dari PSC 119 Kendal untuk melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pengecekan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Baca Juga: Perluasan KEK Kendal Perkuat Daya Saing Industri dan Serap Ribuan Tenaga Kerja
Pihak keluarga selanjutnya meminta agar jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban selama ini diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes, jantung, serta pernah mengalami stroke. Keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Sementara itu, hasil pemeriksaan tim medis dari PSC 119 Kendal dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. **


