Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Capai 5,37 Persen, Lampaui Nasional dan Turunkan Angka Kemiskinan

Ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,37 persen pada 2025, melampaui nasional dan berhasil menekan angka kemiskinan serta ketimpangan pendapatan.
Peningkatan ekonomi juga tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat Jateng yang kini mencapai Rp50,82 juta, naik 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka berhasil dijaga pada angka 4,32% per November 2025.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari masih ada pekerjaan rumah pada sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 74,77.
"IPM kita masih berada di rata-rata nasional yang tentu saja harus kita upayakan untuk peningkatannya," kata Sumarno.
Dikatakan dia, berbagai upaya dilakukan oleh Pemprov Jateng untuk meningkatkan ekonomi dan meningkatkan indeks pembangunan manusia. Pemprov Jateng telah menetapkan arah kebijakan strategis untuk tahun 2027. Sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah akan dijadikan tulang punggung baru pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, revitalisasi alat praktik SMK dan peningkatan kompetensi guru berbasis industri, menjadi prioritas utama untuk memastikan sumber daya manusia di Jawa Tengah memiliki daya saing tinggi di pasar kerja global.
"Kami di Provinsi Jawa Tengah tentu saja tidak akan bisa mencapai kinerja-kinerja yang sudah ditetapkan, tanpa dukungan dan kolaborasi dari seluruh masyarakat Jawa Tengah," pungkasnya.
Artikel Terkait

KMPA Giri Bahama UMS Bantu Cari Orang Hilang di Bukit Mongkrang

Jateng Prioritaskan Pariwisata & Ekonomi Halal untuk Pembangunan 2027 dan Wisatawan Timur Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Mendadak Jadi Fotografer Abadikan Wapres Gibran Bersama Warga di Pengungsian
