Polisi di Kendal Bagikan Pupuk Organik Gratis dari Kotorang Kambing untuk Petani

Jumat, 12 Juni 2026 | 14.22
Anggota Polsek Sukorejo ini mendatangi kandang kambing untuk mengambil kotoran dan dijadikan pupuk kandang. (edhot)
Anggota Polsek Sukorejo ini mendatangi kandang kambing untuk mengambil kotoran dan dijadikan pupuk kandang. (edhot)

Aipda Andi Wicaksono memanfaatkan limbah kotoran kambing menjadi pupuk organik gratis untuk petani di Sukorejo, Kendal, guna menekan biaya produksi pertanian.

KENDAL, puskapik.com – Siapa sangka limbah kotoran kambing yang selama ini dianggap tidak bernilai justru menjadi berkah bagi petani di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.

Berkat inovasi seorang anggota polisi, limbah peternakan tersebut kini diolah menjadi pupuk organik dan dibagikan secara cuma-cuma kepada para petani.

Adalah Aipda Andi Wicaksono, Bhabinkamtibmas Polsek Sukorejo, yang menggagas pemanfaatan kotoran kambing dari peternakan miliknya menjadi pupuk organik.

Baca Juga: BPS Kabupaten Tegal Terjunkan 1.320 Petugas Sensus Ekonomi

Program ini lahir dari keprihatinannya melihat tingginya biaya produksi pertanian, terutama akibat mahalnya harga pupuk kimia.

Alih-alih membiarkan limbah menumpuk di kandang, Andi mengajak kelompok tani di wilayah binaannya untuk mengolah kotoran kambing menjadi pupuk yang siap digunakan di lahan pertanian.

“Warga binaan saya sebagian besar petani jagung. Mereka sering mengeluhkan mahalnya pupuk. Karena itu saya mencoba mencari solusi sederhana dengan memanfaatkan limbah yang ada di sekitar kita,” kata Andi.

Baca Juga: Brebes Raih WTP Ketujuh, Bukti Jaga Kepercayaan Publik dalam Tata Kelola Keuangan

Bersama para petani, proses pengolahan dilakukan secara gotong royong hingga menghasilkan pupuk organik yang kemudian dibagikan secara gratis kepada anggota kelompok tani.

Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari petani karena mampu membantu menekan biaya produksi di tengah harga pupuk yang terus mengalami kenaikan.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penggunaan pupuk organik juga dinilai lebih ramah lingkungan dan dapat memperbaiki kualitas tanah dalam jangka panjang.

Inovasi yang berawal dari kandang kambing itu ternyata menarik perhatian jajaran Polres Kendal. Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar memberikan apresiasi atas kepedulian anggotanya terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Kapolres, tugas polisi saat ini tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi warga.

“Inilah wajah Polri yang diharapkan masyarakat. Hadir tidak hanya saat ada gangguan keamanan, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar AKBP Hendry.

Ia menilai program pupuk organik tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Terlebih, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di banyak wilayah pedesaan, termasuk di Kabupaten Kendal.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait