PS 3R Margorejo Kendal Sulap Sampah Plastik Jadi Tabungan Warga

Selasa, 19 Mei 2026 | 15.24
Aktivitas di TPS 3R KMP Rejomulyo Desa Margorejo Cepirng Kendal. (edhot)
Aktivitas di TPS 3R KMP Rejomulyo Desa Margorejo Cepirng Kendal. (edhot)

Program tabungan sampah di Desa Margorejo Kendal ubah sampah plastik jadi bernilai ekonomi, bahkan bisa ditukar emas, dan diikuti 180 nasabah aktif.

KENDAL, puskapik.com - Kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah mulai tumbuh di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. Melalui program tabungan sampah yang dijalankan TPS 3R KMP Rejo Mulyo, sampah plastik kini tidak lagi sekadar limbah, tetapi berubah menjadi tabungan bernilai ekonomi.

Setiap Jumat sore, warga berdatangan membawa sampah plastik yang sebelumnya telah dipilah dari rumah. Sampah tersebut kemudian ditimbang dan dicatat layaknya transaksi menabung di bank. Hasil setoran akan diakumulasi sebagai saldo milik masing-masing nasabah.

Program tabungan sampah itu mulai berjalan sejak Januari 2026 dan terus mendapat antusiasme masyarakat. Hingga kini tercatat sekitar 180 warga telah bergabung menjadi nasabah aktif. Dari program tersebut, total sampah plastik yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 1 ton 3 kuintal.

Baca Juga: Lapas Plantungan Kendal Kembangkan Ubi Yakon, Warga Binaan Dilibatkan Program Ketahanan Pangan

Salah satu warga, Siti Amanah, mengaku rutin mengumpulkan sampah plastik rumah tangga untuk ditabung. Ia menyebut hingga saat ini sudah berhasil mengumpulkan sekitar 25 kilogram sampah plastik.

Menurutnya, program tersebut membuat warga lebih semangat memilah sampah karena hasilnya bisa memberikan tambahan penghasilan.

Ketua TPS 3R Rejo Mulyo Desa Margorejo, Sunoto, mengatakan sampah plastik yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan petasol. Selain memberikan dampak lingkungan, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Kawal Aspirasi dan Perjuangkan Kesejahteraan Driver Ojol

Sebagai bentuk motivasi bagi warga, hasil tabungan sampah tidak hanya dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai, tetapi juga bisa ditukar dengan emas.

“Warga jadi lebih semangat menabung sampah karena ada nilai manfaat yang dirasakan langsung,” ujarnya.

Menurut Sunoto, program itu sekaligus menjadi upaya mengurangi volume sampah plastik di lingkungan permukiman warga. Dengan pola tabungan, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa sampah masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan benar.

Keberadaan tabungan sampah di TPS 3R Rejo Mulyo kini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan lingkungan, tetapi juga mulai membentuk budaya baru di masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah rumah tangga.

Artikel Terkait