Ribuan Pelari Ikut Dieng Caldera Race 2026, Sekda Jateng Lihat Potensi Besar Sport Tourism Dieng

Minggu, 21 Juni 2026 | 23.37
puskapik

Ribuan pelari dari dalam dan luar negeri meramaikan Dieng Caldera Race 2026. Ajang sport tourism ini diproyeksikan menggerakkan ekonomi Wonosobo Jawa Tengah.

WONOSOBO, puskapik.com — Suhu dingin 14 derajat Celsius dan gelapnya langit sebelum fajar tidak menyurutkan langkah ribuan pelari yang mengikuti Dieng Caldera Race (DCR) 2026.

Tepat pukul 03.30 WIB, para pelari kategori 25K mulai dilepas dari Tambi Tea Resort, Wonosobo, Minggu, 21 Juni 2026. Mereka siap menaklukkan jalur pegunungan dengan tantangan elevasi mencapai 2.330 meter lebih.

Namun, Dieng Caldera Race bukan sekadar ajang adu ketahanan fisik. Event trail run yang digelar di kawasan Dieng ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah melalui konsep sport tourism.

Baca Juga: Unjuk Rasa Mahasiswa Pemalang, Ini Enam Tuntutan yang Disuarakan

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, penyelenggaraan DCR 2026 menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi wisata Dieng kepada masyarakat luas, termasuk para pelari dari berbagai daerah dan mancanegara.

“Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, trail run ini adalah salah satu pintu kita untuk pengembangan wisata. Olahraga bisa dikaitkan dengan pariwisata, menjadi sport tourism,” ujar Sumarno.

Menurutnya, kehadiran para peserta tidak hanya memberikan dampak saat mengikuti perlombaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Demo Mahasiswa Pemalang Bakar Ban di Jalanan Kota, Tuntut MBG Dihentikan

Para peserta dan pendamping diharapkan turut menikmati berbagai potensi wisata, menggunakan jasa penginapan, membeli produk lokal, hingga menikmati kuliner khas daerah.

“Kami berharap yang hadir di sini tidak hanya lari, tetapi juga bisa menikmati pariwisatanya, bisa berbelanja, makan, dan minimal menginap di sini. Ini menjadi bagian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Wonosobo khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya,” katanya.

Sumarno juga mengapresiasi konsistensi penyelenggara yang terus menghadirkan Dieng Caldera Race dengan konsep dan tantangan berbeda setiap tahun.

Menurutnya, perubahan rute pada tahun ini memberikan pengalaman baru bagi para peserta.

Para pelari harus menghadapi rute baru dengan tantangan lebih berat karena melewati kawasan Gunung Sindoro.

“Rutenya berbeda dengan tahun lalu. Hari ini kita naik sampai puncak Sindoro. Cukup menantang, naiknya berat, turunnya lebih berat lagi,” tutur Sumarno yang berhasil menyelesaikan kategori 25K dengan catatan waktu 9 jam 25 menit.

Direktur Dieng Caldera Race 2026, Ade Hendrik Saputra, mengatakan, perubahan rute menjadi salah satu daya tarik utama DCR tahun ini. Khusus kategori 25K, peserta diajak melewati jalur Gunung Sindoro yang sebelumnya belum menjadi bagian dari lintasan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait