Demo Mahasiswa Pemalang Bakar Ban di Jalanan Kota, Tuntut MBG Dihentikan

Minggu, 21 Juni 2026 | 18.53
puskapik

Mahasiswa Pemalang gelar demo di jalan kota dengan bakar ban menuntut penghentian MBG dan Koperasi Desa Merah Putih serta menyoroti beban ekonomi rakyat.

PEMALANG, puskapik.com – Mahasiswa Kabupaten Pemalang menggelar aksi unjuk rasa di tengah jalanan kota menuntut program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih dihentikan, Minggu 21 Juni 2026, sore.

Dalam aksinya, massa mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk berisi kritik dan tuntutan kepada pemerintah. Unjuk rasa juga diwarnai pembakaran ban yang memunculkan kepulan asap hitam.

Aksi yang digelar di tengah simpang City Walk itu turut menyita perhatian masyarakat. Pengendara yang melintas tampak memperlambat laju kendaraan untuk menyaksikan jalannya demonstrasi.

Baca Juga: 24 Tahun Tinggal di Maribaya, Warga Eksodan Aceh di Brebes Harapkan Kepastian Status Lahan

Massa aksi diketahui merupakan gabungan mahasiswa dari sejumlah organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Pemalang yang terhimpun dalam Aliansi Pemalang Menggugat.

Mereka terdiri dari BEM ITB ADIAS, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai beban ekonomi masyarakat semakin berat di tengah masih adanya pemborosan anggaran dan lemahnya penegakan hukum.

Baca Juga: Piala Bung Karno Series 2 Libatkan Tim Lintas Daerah di Tegal

Mereka pun menuntut perampingan kabinet dan birokrasi, penghentian pemborosan fasilitas pemerintah, penghentian kunjungan kerja yang dinilai tidak berdampak bagi rakyat.

"Hentikan Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih." tegas salah satu perwakilan massa aksi saat membacakan tuntutan Aliansi Pemalang Menggugat.

Selain isu nasional, mereka juga mengangkat isu lokal menuntut penindakan tegas peredaran minuman keras ilegal, serta pemberantasan prostitusi dan penyakit masyarakat.

Koordinator Aksi, Yasir Sultoni, mengatakan aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi salah satu persoalan yang dirasakan langsung oleh rakyat.

Lewat aksi unjuk rasa tersebut, mahasiswa ingin memberikan peringatan kepada pemerintah agar melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang tidak efektif dan membebani anggaran negara.

"Aksi ini menjadi bentuk keresahan kita dengan situasi Indonesia sekarang. Tentunya kalau pemerintah tidak mendengarkan, kami akan melakukan aksi lanjutan." kata Yasir Sultoni.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait