Piala Bung Karno Series 2 Libatkan Tim Lintas Daerah di Tegal

Piala Bung Karno Series 2 di Tegal diikuti 24 tim KU 10 dan 12 dari berbagai daerah, jadi ajang pembinaan sepak bola usia dini lintas wilayah Jawa Tengah.
TEGAL, puskapik.com - Turnamen Piala Bung Karno Series 2 yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Tegal di Lapangan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Minggu 21 Juni 2026, menjadi panggung bagi puluhan pesepak bola usia dini untuk unjuk kemampuan.
Sebanyak 24 tim dari kelompok umur atau KU 10 dan 12 tahun ambil bagian dalam ajang tersebut. Para peserta tidak hanya berasal dari wilayah Tegal Raya, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Sutari mengatakan, turnamen ini merupakan bagian dari komitmen mendorong pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia dini. Kegiatan tersebut juga digelar bertepatan dengan momentum Bulan Bung Karno.
Baca Juga: Tekan Pemilih Pragmatik di Kota Tegal, DPR RI Dorong Pendidikan Politik Sejak SMP
“Pembinaan sepak bola harus tumbuh dari masyarakat, salah satunya melalui sekolah sepak bola. Turnamen seperti ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat dan minatnya,” ujar Sutari.
Sutari berharap, pada penyelenggaraan berikutnya jumlah peserta dapat ditingkatkan agar semakin banyak talenta muda yang terakomodasi.
Panitia penyelenggara, Dirjono menyebut, pelaksanaan Series 2 mengalami peningkatan dari sisi partisipasi. Jika pada edisi sebelumnya hanya diikuti SSB lokal, kini peserta datang dari berbagai daerah.
Baca Juga: Ketika Pabrik Tumbuh, Rumah Pekerja Jadi Kebutuhan Baru di Batang-Kendal
Menurut Dirjono, kebutuhan fasilitas olahraga yang memadai menjadi hal penting untuk menunjang pembinaan sepak bola usia dini di daerah.
Sementara itu, Ketua PSSI Kota Tegal, Desty Maniaro Loui, menyambut positif penyelenggaraan turnamen tersebut.
Desty menilai, ajang ini menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan pemain muda yang berpotensi berkembang hingga level yang lebih tinggi.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa digelar lebih luas di kecamatan lain, sehingga pembinaan berjalan merata,” kata Desty. **


