Sekda Jateng Harapkan Siaran Piala Dunia di TVRI Dorong Kebangkitan Sepak Bola Rakyat

Minggu, 1 Februari 2026 | 12.47
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menghadiri acara TVRI Kick-off Piala Dunia di kawasan Car Free Day Jalan Pahlawan, Semarang, Minggu (1/2/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menghadiri acara TVRI Kick-off Piala Dunia di kawasan Car Free Day Jalan Pahlawan, Semarang, Minggu (1/2/2026).

Sekda Jateng Sumarno berharap siaran Piala Dunia di TVRI jadi momentum kebangkitan sepak bola rakyat dan menjangkau masyarakat hingga pelosok.

SEMARANG, puskapik.com — Penayangan Piala Dunia melalui TVRI diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangkitkan kembali gairah sepak bola di tengah masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat menghadiri acara TVRI Kick-off Piala Dunia di kawasan Car Free Day Jalan Pahlawan, Semarang, Minggu, 1 Februari 2026.

“Sepak bola itu olahraga yang sangat merakyat. Tidak hanya di perkotaan, di pelosok desa pun sepak bola menjadi olahraga yang paling dikenal. Pasti semua orang kenal sepak bola,” ujarnya.

Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang paling merakyat.

Baca Juga: Stok Darah Kota Tegal Hari Ini, Minggu 1 Februari 2026

Karena itu, Sumarno berharap siaran Piala Dunia yang disiarkan melalui TVRI dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati pertandingan Piala Dunia tanpa hambatan, sekaligus menumbuhkan kembali kecintaan terhadap sepak bola.

“Mudah-mudahan Piala Dunia broadcast-nya dipegang TVRI sehingga jangkauannya lebih luas dan masyarakat bisa menikmati Piala Dunia. Yang terpenting, kita ingin menghidupkan kembali kegemaran masyarakat terhadap sepak bola,” katanya yang hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Sekda Sumarno mengenang, pada masa kecilnya kegiatan sepak bola antar kelurahan, antar RW, hingga tingkat kecamatan berlangsung sangat masif. Namun, saat ini aktivitas tersebut dinilai mulai mengalami penurunan.

“Waktu saya kecil, kegiatan sepak bola antar kelurahan di kecamatan atau di RW itu sangat masif sekali. Sekarang ini sudah menurun,” ungkapnya.

Melalui momentum Piala Dunia, ia berharap semangat sepak bola rakyat dapat kembali tumbuh dan menjadi sarana menjaring bibit-bibit atlet sejak dini, sehingga ke depan Indonesia mampu tampil di Piala Dunia dan meraih prestasi.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait