Selandia Baru Bidik Jateng, Dari Energi Hijau hingga Sapi Perah

Senin, 4 Mei 2026 | 14.28
puskapik

Jawa Tengah dan Selandia Baru jajaki kerja sama EBT, peternakan sapi perah, pendidikan, dan investasi untuk dorong ekonomi hijau dan produksi pangan.

SEMARANG, puskapik.com - Peluang kerja sama lintas sektor antara Selandia Baru dan Jawa Tengah kian terbuka. Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula, menjajaki kolaborasi strategis mulai dari energi baru terbarukan hingga pengembangan sapi perah saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Senin (4/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur itu menjadi langkah awal memperkuat hubungan bilateral di tingkat daerah. Sejumlah sektor potensial dibahas, meliputi pertanian dan peternakan, energi baru terbarukan (EBT), serta pendidikan dan kebudayaan.

Philip Taula menyatakan, pemerintah Selandia Baru membuka peluang kerja sama konkret dengan pemerintah provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Tengah. Menurutnya, pengalaman negaranya dalam pengelolaan energi panas bumi dapat menjadi referensi penting.

Baca Juga: 103 Rapat dalam 3 Bulan, DPRD Kota Tegal Tutup Masa Sidang II

Ia menjelaskan, sekitar 30 persen kebutuhan listrik di Selandia Baru telah dipenuhi dari energi panas bumi. Selain itu, program pendidikan juga menjadi pintu masuk kolaborasi, dengan ratusan warga Indonesia setiap tahun mengikuti kursus jangka pendek maupun panjang di negara tersebut.

Adapun di sektor pertanian dan peternakan, Selandia Baru juga menawarkan dukungan, khususnya dalam pengembangan sapi perah. Pembahasan bahkan telah dilakukan bersama Kementerian Pertanian di Jakarta, termasuk peluang kerja sama dalam breeding genetik dan peningkatan kapasitas produksi susu nasional.

Gubernur Ahmad Luthfi menyambut positif penjajakan tersebut. Ia menilai, Selandia Baru memiliki keunggulan yang dapat diadopsi, terutama dalam pengembangan peternakan.

Baca Juga: Wajah Baru di Polres Tegal, Kompol Suratman Jabat Kabaglog, AKP Supriyanto Jabat Kabagops

Menurut Luthfi, rasio jumlah ternak di Selandia Baru yang mencapai 28 juta ekor, jauh melampaui jumlah penduduknya yang sekitar 5 juta jiwa. Hal ini menjadi gambaran potensi besar sektor tersebut.

Ia menegaskan, penguatan peternakan sangat relevan dengan kebutuhan program nasional, termasuk penyediaan susu dan daging.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait