Warga Binaan Plantungan Kendal Belajar Jadi Perajin Kayu Profesional

Lapas Pemuda Plantungan membekali warga binaan dengan keterampilan kerajinan kayu, sekaligus menanamkan disiplin, kreativitas, dan kemandirian sebagai bekal.
KENDAL, puskapik.com – Suara aktivitas kerja terdengar dari bengkel kerajinan kayu Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan.
Di tempat itu, warga binaan tidak hanya membuat produk berbahan kayu, tetapi juga ditempa untuk membangun kedisiplinan, kreativitas, dan kemandirian sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Komitmen tersebut terus diperkuat melalui program pembinaan kemandirian yang rutin dijalankan pihak lapas.
Baca Juga: Anti Ngatung! Begini Hack Ukur Panjang Celana Instan Tanpa Fitting Room
Salah satunya melalui pengarahan langsung Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik & Giatja) Bastar kepada warga binaan yang mengikuti kegiatan kerja di bengkel kerajinan kayu, Rabu (1/7/2026).
Didampingi Kepala Subseksi Kegiatan Kerja beserta jajaran staf pembinaan, Bastar memberikan penguatan agar warga binaan tidak sekadar menjalankan pekerjaan, namun juga memahami nilai-nilai kerja yang menjadi bekal penting setelah bebas nanti.
Menurutnya, keberhasilan program pembinaan tidak hanya dilihat dari hasil produk yang dihasilkan, tetapi juga perubahan sikap dan karakter warga binaan selama mengikuti proses pembinaan.
Baca Juga: Jalan Lingkar Kaliwungu Kendal Minim Penerangan, Kecelakaan Maut Jadi Sorotan
"Disiplin, tanggung jawab, dan mengikuti prosedur kerja adalah bagian penting yang harus dibangun. Keterampilan akan lebih bermakna jika dibarengi dengan sikap kerja yang baik," ujar Bastar.
Melalui kegiatan di bengkel kerajinan kayu, warga binaan diberikan ruang untuk mengasah kemampuan dalam mengolah bahan kayu menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Mereka juga terus didorong untuk berinovasi agar mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan memiliki daya saing ketika nantinya kembali menjalani kehidupan di luar lapas.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, mengatakan pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam Sistem Pemasyarakatan. Program tersebut dirancang agar warga binaan memiliki kemampuan sekaligus perubahan pola pikir yang lebih positif.
"Pembinaan kemandirian bukan hanya tentang memberikan keterampilan, tetapi juga membentuk pribadi yang disiplin, produktif, kreatif, dan siap beradaptasi di masyarakat," jelas Suharno.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Dengan bekal keterampilan dan karakter kerja yang dibangun selama berada di lapas, warga binaan diharapkan mampu menjadi pribadi mandiri serta memiliki peluang untuk berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pidananya.


