Silatnas Manuskrip Islam Nusantara Hasilkan Sejumlah Rekomendasi untuk PBNU dan Pemerintah

Minggu, 24 Mei 2026 | 20.27
Silatnas Manuskrip Islam Nusantara
Silatnas Pelestari Manuskrip Islam Nusantara di Ponpes ARIS Kaliwungu. (edhot)

Pelestarian manuskrip Islam Nusantara menjadi perhatian serius para pegiat, peneliti, komunitas hingga pemerhati naskah kuno dari berbagai daerah di Indonesia

KENDAL, puskapik.com - Pelestarian manuskrip Islam Nusantara menjadi perhatian serius para pegiat, peneliti, komunitas hingga pemerhati naskah kuno dari berbagai daerah di Indonesia dalam forum Silaturahmi Nasional Pelestari Manuskrip Islam Nusantara.

Forum tersebut memandang manuskrip Islam Nusantara sebagai warisan intelektual, spiritual, historis dan kultural yang memiliki nilai penting bagi peradaban bangsa sehingga perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama MWC Kaliwungu, Ibnu Fikri mengatakan, dari hasil diskusi dan musyawarah bersama, forum Silatnas Pelestari Manuskrip Islam Nusantara yang dilaksanakan di Ponpes Aris Kaliwungu menghasilkan sejumlah rekomendasi yang ditujukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pemerintah.

Baca Juga: Studi Tiru, Petani Kopi Kendal Diperkenalkan Agrosistem untuk Tingkatkan Produksi

Salah satu rekomendasi kepada PBNU yakni mendorong organisasi lebih serius dan terstruktur dalam menangani, melestarikan, mendiseminasikan serta mengembangkan turats (peninggalan) Islam Nusantara.

“Turats dan manuskrip Islam Nusantara merupakan bagian penting dari khazanah intelektual Nahdlatul Ulama dan warisan peradaban Islam di Indonesia,” ujarnya.

Forum tersebut juga mendorong pembentukan Perpustakaan NU atau PerpusNU berbasis digital yang secara khusus menghimpun, mengarsipkan, mendokumentasikan serta menyediakan akses manuskrip Islam Nusantara bagi masyarakat luas.

Selain itu, Silaturahmi Nasional Pelestari Manuskrip Islam Nusantara diusulkan menjadi agenda pra-Muktamar NU sebagai bentuk penguatan perhatian organisasi terhadap pelestarian manuskrip dan pengembangan turats Islam Nusantara.

Tak hanya itu, peserta forum turut mengusulkan adanya sub-domain atau kanal khusus manuskrip Islam Nusantara di platform NU Superapp maupun NU Online sebagai ruang edukasi, publikasi, dokumentasi dan pengembangan jejaring para pelestari manuskrip.

Baca Juga: Kapolres Kendal Respons Isu Pocong yang Viral, Jangan Mudah Panik Banyak Konten Rekayasa di Medsos

Sementara itu, kepada pemerintah, forum meminta Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terus memfasilitasi identifikasi, inventarisasi, konservasi, digitalisasi hingga katalogisasi manuskrip Islam Nusantara secara merata di berbagai daerah.

Peserta juga mendorong pemerintah mempertahankan serta memperkuat anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik untuk mendukung pelestarian manuskrip di daerah.

“Kami berharap ada dukungan kebijakan dan regulasi daerah yang berpihak pada pelestarian manuskrip sebagai warisan budaya sekaligus sumber pengetahuan lokal,” jelas Ibnu Fikri.

Ia menambahkan, kajian dan riset manuskrip Islam Nusantara perlu terus diperkuat melalui dukungan kepada pesantren, lembaga pendidikan, komunitas dan peneliti agar kekayaan intelektual Nusantara tetap terjaga untuk generasi mendatang.***

Artikel Terkait