Andakah Satu Dari Sepuluh Manusia Terbaik?

Selasa, 24 Februari 2026 | 12.27 WIB
Ghusni Darodjatun
Ghusni Darodjatun

Refleksi QS Al Ahzab 35 tentang 10 golongan lelaki dan perempuan terbaik: muslim, mukmin, taat, jujur, sabar, khusyu, sedekah, puasa, menjaga diri, dan dzikir.

Oleh: Ghusni Darodjatun

(Seorang pendidik yang selalu bersemangat belajar menebar kebaikan dan kemanfaatan)

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS Al Ahzaab; 33 : 35)

Islam sebagai aturan yang datang dari Allah SWT, senantiasa memberikan motivasi yang kuat bagi penganutnya untuk meraih kondisi terbaik. Sebagaimana yang kita yakini, karena Islam datang dari Allah Yang Maha Benar, maka Islam merupakan sistem hidup yang pasti benar.

Dengan sifat Maha BenarNya, Allah SWT pasti Maha Tahu apa dan bagaimana kebutuhan makhlukNya. Sehingga tidak terbantahkan Islam merupakan sistem hidup yang pasti sesuai bagi manusia. Allah SWT mengungkapkannya dengan kalimat “Dan tidak Kami utus engkau (Muhammad) kecuali sebagai penyebar rahmat (kasih sayang) bagi semesta alam” (QS Al Anbiyaa ; 21 : 107).

Baca Juga: 72 Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Desa Kajen Lebaksiu Slawi

Di antara kesesuaian Islam dengan kehidupan manusia adalah pemuliaan dan penghormatannya yang sangat tinggi kepada seluruh manusia, tanpa memandang jenis kelamin.

Ayat di atas semakin menunjukkan bagaimana Islam memuliakan lelaki dan perempuan secara proporsional. Allah SWT telah menetapkan sepuluh manusia terbaik yang akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dariNya terdiri atas kedua jenis makhluk Allah, yaitu laki-laki dan perempuan. Kesepuluh peringkat itu adalah

Pertama adalah laki-laki dan perempuan yang muslim. Secara bahasa muslim berarti tunduk pada aturan Allah SWT. Sedangkan secara istilah muslim adalah ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat, sehingga diharamkan darah, kehormatan, dan hartanya. Tetapi menjadi muslim saja tidak cukup.

Sehingga urutan ke dua adalah laki-laki dan perempuan yang mu’min. Teringat kisah orang Badui yang mengaku beriman, kepadanya Allah SWT berfirman “…katakanlah kepada mereka ‘kamu belum beriman’ tetapi ‘kami telah tunduk (Islam)’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu” (QS Al Hujuraat ; 49 : 14). Iman lebih khusus dibandingkan Islam. Menjadi muslim dan mu’min saja tidak cukup. Maka Allah SWT menetapkan yang ke tiga yaitu laki-laki dan perempuan yang taat kepada Allah SWT.

Ibnu Katsir mengatakan ‘al qaanitiin adalah orang yang taat dengan penuh keyakinan sehingga terpancar ketenangan’ Ketaatan merupakan buah dari Islam dan Iman seseorang. Tetapi itu masih belum sempurna, maka Allah SWT menetapkan yang ke empat yaitu laki-laki dan perempuan yang benar (jujur) dalam ucapan, keyakinan, dan perbuatannya.

Karena kebenaran dan kejujuran merupakan perkara terpuji dan tanda keimanan, sebagaimana dusta merupakan tanda kemunafikan. Siapa yang benar (jujur) dalam perkataan, hati, dan perbuatannya maka dia mendapatkan keselamatan. RasulNya SAW bersabda, “Peganglah olehmu kejujuran, karena kejujuran mengarahkan kepada kebajikan dan kebajikan membawa kepada surga. Jauhkan dirimu dari dusta karena dusta mengarahkan kepada kekejian, dan kekejian menyeret ke neraka.

Seseorang senantiasa berbuat jujur dan memilih kejujuran hingga dia dituliskan sebagai orang jujur di sisi Allah. Dan seseorang senantiasa berbuat dusta dan memilih kedustaan hingga dia dituliskan sebagai pendusta di sisi Allah.”

Seorang muslim, mu’min, taat, dan jujur masih memerlukan sifat yang Allah SWT sebutkan berikutnya, yaitu laki-laki dan perempuan yang shabar. Inilah tabiat keteguhan, yaitu sabar dalam menerima musibah, sabar dalam mendapatkan kenikmatan, sabar dalam ketaatan dan memegang kejujuran, sabar untuk tidak berbuat maksiat.

Rasul SAW mengatakan, “Sabar itu pada pukulan pertama”, maknanya kesabaran yang paling tinggi adalah ketika pertama kali seseorang menerima cobaan atau ujian Allah SWT (baik berupa musibah, nikmat, taat, atau tarikan kemaksiatan) dan dia bersabar atasnya.

Muslim yang mu’min, taat, jujur, dan sabar masih memerlukan karakter berikutnya, yaitu laki-laki dan perempuan yang khusyu’. Ibnu Katsir mengatakan, ‘khusyu’ berarti diam, tenang, terkontrol, dan tawadlu’ (rendah hati).

Sehingga khusyu’ membuahkan rasa takut pada Allah SWT karena merasa selalu diawasi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda “Engkau beribadah pada Allah seolah-olah engkau melihatNya, dan jika engkau tidak dapat melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu”.

Urutan berikutnya adalah laki-laki dan perempuan yang bershadaqah. Shadaqah merupakan pembuktian kebenaran ke-Islam-an, keimanan, ketaatan, kejujuran, keshabaran, dan kekhusyu’an seseorang. Sehingga Allah SWT menjanjikan lewat lisan RasulNya yang mulia “Ada tujuh golongan yang mendapat naungan di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah, …. Orang yang memberi shadaqah pada orang lain dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dishadaqahkan oleh tangan kanannya”

Berikutnya adalah laki-laki dan perempuan yang shaum, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah, “Shaum merupakan penyuci tubuh”. Shaum menyucikan dan membersihkan diri seseorang dari berbagai kotoran kehinaan baik yang bersifat naluriah maupun syari’ah.

Dan dalam hadits qudsi Allah SWT menempatkan ibadah shaum sebagai ibadah yang mutlak menjadi hakNya, “Semua amal manusia untuknya kecuali shaum, dan Aku (Allah) sendiri yang akan membalasnya..” Urutan yang mengiringi perintah shaum yaitu laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, karena shaum merupakan sarana yang tepat untuk mengendalikan syahwat. Dengan shaum manusia muslim, mu’min, taat, jujur, shabar, yang bershadaqah, dan yang khusyu’ akan mampu menjaga dirinya dari hal yang diharamkan Allah SWT.

Urutan terakhir adalah laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah SWT. Imam Ahmad meriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal ra, Rasul SAW bersabda “Tidak ada amal anak Adam yang paling mampu menyelamatkan dirinya dari adzab Allah Ta’alaa selain selalu mengingat (berdzikir) Allah ‘Azza wa Jalla”. Bagi kesepuluh manusia terbaik itulah Allah SWT benar-benar telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar. Andakah satu dari sepuluh manusia terbaik di sisi Allah SWT itu? Semoga.

Artikel Terkait