Ngalab Berkah MTQ

Kamis, 29 Januari 2026 | 13.07
Wahid Abdulrahman Wakil Ketua TPPD Jawa Tengah, Dosen FISIP Undip, Ketua LTN PCINU Jerman 2021-2023.
Wahid Abdulrahman Wakil Ketua TPPD Jawa Tengah, Dosen FISIP Undip, Ketua LTN PCINU Jerman 2021-2023.

MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah diharap jadi ajang syiar Islam, diplomasi budaya, penguatan ekonomi rakyat, pariwisata, dan kolaborasi berkelanjutan.

Lazimnya sebuah kompetisi tentu menjadi juara umum adalah satu target yang lumrah. Terlebih posisi tuan rumah sebagai juara umum sudah sering terjadi bahkan menjadi tren.

Dengan target tersebut sudah tentu, MTQ memiliki peran berlipat dalam meningkatkan kaderisasi dan kualitas seperti halnya qori dan qoriah sesuai dengan cabang yang dilombakan. Waktu yang tersisa mutlak dioptimalkan untuk meraih juara umum.

Di sinilah kehadiran, keberpihakan, dan sinergi dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengahdan tingkat kabupaten/kota menjadi sangat urgen.

Reputasi berikutnya menyangkut kemampuan sebagai tuan rumah untuk memberikan pelayanan terhadap ribuan peserta yang hadir dari seluruh penjuru Nusantara. Sukses sebagai tuan rumah dengan salah satu indikator kepuasan para kafilah.

Bukankah tuan rumah yang baik adalah mampu memberikan pelayanan terbaik bagi tamu yang hadir.

Oleh karenanya kesiapan infrastruktur dasar dan infrastruktur penunjang menjadisalah satu kunci sukses. Tidak terkecuali aspek sumber daya manusia pendukung. Mengelola event dalam rentang waktu kurang lebih 10 hari dengan ribuan peserta tentu memerlukan kesiapan sumber daya manusia.

Sukses sebagai tuan rumah diharapkan akan membawa berkah yang lebih luas. Dampak ekonomi setidaknya dari akomodasi sudah sangat nyata.

Namun demikian tentu kita mengharapkan lebih dari itu, khususnya berkah lebih bagi ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah. MTQ dapat menjadi semacam "pavilion" atau setidaknya etalase bagi beragam produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Tengah untuk lebih dikenal secara nasional.

MTQ juga dapat menjadi pemanasan menuju tahapan pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 yang menitikberatkan pada pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah. Pemprov dapat menggunakan "ajimumpung" untuk sekaligus mengenalkan potensi pariwisata Jawa Tengah mulai dari wisata religi, kuliner, hingga wisata edukasi yang relevan dengan kegiatan MTQ.

Dalam perspektif edukasi, khazanah kekayaan pesantren-pesantren di Jawa Tengah barangkali perlu untuk disyiarkan. Beragam manuskrip kitab-kitab kuning misalnya, dapat menjadi alternatif untuk dideseminasi selama MTQ digelar.

Halaman 2 dari 3

Artikel Terkait