Gubernur Ahmad Luthfi Kagum, Festival Mangga Penggarit Berhasil Padukan Budaya dan Ekonomi Kreatif
Sabtu, 1 November 2025 | 22.08

PEMALANG, puskapik.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengapresiasi kreativitas Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, dalam mengemas Festival Mangga menjadi ajang budaya dan ekonomi kreatif yang ...
PEMALANG, puskapik.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengapresiasi kreativitas Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, dalam mengemas Festival Mangga menjadi ajang budaya dan ekonomi kreatif yang unik.
Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat mengunjungi Festival Mangga di Lapangan Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Sabtu 1 November 2025.
Menurut Gubernur, Festival Mangga bukan sekadar ajang promosi hasil pertanian, melainkan juga perwujudan kekayaan budaya lokal yang dibalut dengan nilai-nilai ekonomi kreatif.
“Festival Mangga ini menarik karena disitu ada wuri-wuri budaya, jadi ada dua pengantin namanya Pangeran Wirasangka dan Dewi Arumanis yang secara ritual jadi pengantin." kata Luthfi.
"Ini adalah budaya kearifan lokal yang harus ditonjolkan, dikembangkan, serta dijaga,” imbuhnya.
Ahmad Luthfi menilai, kreativitas warga Desa Penggarit patut menjadi contoh desa-desa lain di Jawa Tengah karena mampu memadukan budaya dan ekonomi dalam satu kemasan yang harmonis.
“Ini contoh kerukunan masyarakat yang harus dijaga. Masyarakat luar tertarik dengan kekompakan masyarakatnya dalam mengedepankan budaya dan di dalamnya ada nilai ekonomi,” lanjutnya.
Gubernur juga mengaku kagum dengan konsep simbolik dalam kirab pengantin yang tak biasa, di mana pengantinnya bukan manusia, melainkan varietas mangga.
“Bagaimana seorang pengantin dikirab, pengantinnya adalah mangga. Ini di seluruh dunia enggak ada, adanya di Penggarit." ungkap Ahmad Luthfi.
"Biasanya pengantin kan laki-laki dan perempuan, tapi ini ada pengantin mangga Arumanis dan Wirasangka, kemudian lahirlah anaknya mangga Istana,” lanjutnya.
Mangga Istana, kata Ahmad Luthfi, merupakan salah satu varietas unggulan di Provinsi Jawa Tengah dengan produksi mencapai 970 ton per panen, menempati urutan kedua nasional.
Potensi ini menurutnya bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Selain itu, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal seperti mangga.
“Ini menarik, karena disana ada pengembangan ekonomi kreatif. Mangga istana bukan hanya buah, bisa dibuat kripik, tepung, dan sebagainya,” tuturnya.
Ahmad Luthfi menambahkan, Jawa Tengah saat ini tengah menggencarkan gerakan ekonomi kreatif (ekraf) agar masyarakat bisa mandiri menciptakan lapangan kerja.
“Kita sedang galakkan ekraf agar masyarakat bisa menciptakan pekerjaan untuk diri sendiri maupun orang lain. Kita Jawa Tengah ditunjuk jadi salah satu provinsi kreatif di Indonesia." ujarnya.
Sebagai informasi, Festival Mangga di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, digelar pada 1–2 November 2025.
Dalam gelarannya, ada beragam acara menarik seperti audisi pengantin mangga, napak tilas mangga istana, kirab pengantin mangga, expo aneka mangga, expo UMKM dan kuliner, hingga hiburan rakyat. **



