Mahasiswa Al-Azhar Asal Pekalongan Meninggal Terseret Ombak, Keluarga Masih Menunggu Jenazah

Senin, 2 Februari 2026 | 11.52
Ayah korban, Abdul Basit, menunjukkan foto putranya Muhamad Ashim Alfabirri yang meninggal terseret arus dan ombak di Laut Tengah, Mesir.
Ayah korban, Abdul Basit, menunjukkan foto putranya Muhamad Ashim Alfabirri yang meninggal terseret arus dan ombak di Laut Tengah, Mesir.

Mahasiswa Al-Azhar Muhamad Ashim Alfabirri (24) meninggal terseret ombak Laut Tengah di Mesir. Keluarga di Pekalongan berduka dan menunggu pemulangan jenazah.

PEKALONGAN, puskapik.com – Duka mendalam menyelimuti Desa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Seorang mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Muhamad Ashim Alfabirri (24), dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus dan ombak Laut Tengah di wilayah Dimyat, Mesir.

Kabar duka tersebut diterima keluarga pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, dan dikonfirmasi secara resmi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo. Sejak kabar itu datang, suasana rumah duka dipenuhi isak tangis keluarga dan kerabat yang terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.

Ayah korban, Abdul Basit, mengaku shock dan terpukul mendengar kabar wafatnya putra ketiganya yang selama ini dikenal pendiam dan tekun menuntut ilmu agama di Mesir.

“Anak saya sedang mencari tempat untuk pertemuan untuk acara kampus, dia mempir ke wisata ke pantai Dinyat Mesir dan hanyut. Terakhir komunikasi masih baik, tidak ada firasat apa pun. Kami sekeluarga hanya bisa pasrah dan berdoa semoga anak kami husnul khatimah,” ujar Abdul Basit.

Baca Juga: Dugaan Pungli Seleksi Perangkat Desa, DPRD Pemalang Desak APH Selidiki

Ashim merupakan putra pasangan Abdul Basit dan Khuzaemah, warga Pekiringan Alit, Kajen. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar yang mengenal almarhum sebagai pribadi santun dan religius.

Pihak keluarga saat ini telah mengajukan permohonan bantuan kepada KBRI Mesir untuk penanganan jenazah almarhum sesuai prosedur yang berlaku. Namun hingga kini, belum ada kepastian terkait waktu pemulangan jenazah ke tanah air.

“Kami hanya berharap jenazah anak kami bisa segera dipulangkan. Kami mohon doa dari semua pihak,” lanjut Abdul Basit.

Selain Ashim, dalam peristiwa tersebut juga dilaporkan satu mahasiswa Al-Azhar asal Bengkulu yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Baca Juga: KNPI Pemalang Turun Tangan Bantu Pemulihan Pascabanjir Bandang Pulosari

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait