Gerakan Tanam Pohon, Bupati Anom Ingin Pemalang Resik, Hijau, Apik

Rabu, 29 Oktober 2025 | 23.52

PEMALANG, puskapik.com – Kabupaten Pemalang terus berbenah menuju kota yang hijau dan bersih. Pemerintah daerah kini tengah menggerakkan jajarannya dan seluruh elemen masyarakat dalam gerakan Jumat Be...

PEMALANG, puskapik.com – Kabupaten Pemalang terus berbenah menuju kota yang hijau dan bersih. Pemerintah daerah kini tengah menggerakkan jajarannya dan seluruh elemen masyarakat dalam gerakan Jumat Bersih dan tanam pohon. Gerakan kerja bakti ''Jumat Bersih'' dan tanam pohon itu menjadi wujud nyata dari misi “Resik, Hijau, dan Apik” sebagai bagian dari misi besar Resik, Hijau, Apik, Peduli, Silaturahmi, Organisatoris, Digitalisasi, dan Ikhlas (RHAPSODI). Dalam aksinya, pemerintah tidak bekerja sendiri. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri, hingga kelompok masyarakat yang peduli lingkungan melibatkankan berbagai unsur. Sinergi lintas sektor ini memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong warga Kabupaten Pemalang. Upaya bersama itu kini mulai tampak nyata. Di beberapa ruas jalan, seperti Jalan Lawangrejo Lingkar Selatan dan Jalan Banjardawa–Penggarit, kini telah berdiri deretan pohon tabebuya yang bakal tumbuh menghiasi tepian jalan. Sedikitnya ada 265 pohon tabebuya yang ditanam di Jalan Lawangrejo Lingkar Selatan, sementara di Jalan Banjardawa–Penggarit ada 173 pohon. Sebelumnya, pemerintah juga menanam sekitar 500 pohon di berbagai titik kota lainnya. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon akan terus dilanjutkan di wilayah yang lebih luas. “Kita menanam di semua sudut-sudut kota, tidak berhenti di minggu ini dan berlanjut terus di semua titik-titik yang akan diintervensi semua,” tegas Bupati Anom Widiyantoro. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa setiap wilayah telah diidentifikasi untuk menjadi bagian dari gerakan penghijauan berkelanjutan. Bupati juga mengajak masyarakat untuk aktif menanam pohon di lingkungan masing-masing. “Sekarang kita masuk tahap Hijau. Ayo semua masyarakat Pemalang menanam pohon di halaman rumah maupun di sudut ruang publik seperti kelurahan, kecamatan, dinas, dan sekolahan,” ajaknya. Gerakan tanam pohon bukan sekadar mempercantik wajah kota. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah langkah strategis menjaga ekosistem dan kualitas udara, serta bentuk tanggung jawab bersama untuk mewariskan lingkungan yang sehat. Selain penanaman pohon, jauh hari Pemerintah Kabupaten Pemalang juga menggencarkan kegiatan Jumat Bersih. Setiap pekan, ASN, masyarakat, hingga instansi lintas sektor turun langsung membersihkan lingkungan. Kegiatan ini dilakukan di taman kota, jalan umum, hingga aliran sungai yang sering dipenuhi sampah atau tanaman liar. Bupati Anom Widiyantoro sendiri kerap terjun langsung di lapangan. Bupati bersama jajaran pemerintah daerah, anggota TNI dan Polri, serta masyarakat bergotong royong membersihkan sungai guna menciptakan lingkungan yang bersih, sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Gerakan penghijauan dan kebersihan ini menjadi momentum penting menuju Pemalang yang resik, hijau, dan apik. Langkah-langkah nyata yang dilakukan pemerintah kini mulai memperlihatkan hasil, sekaligus menjadi bukti bahwa misi besar “RHAPSODI” bukan sekadar slogan, melainkan gerakan bersama yang benar-benar hidup di tengah masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan dukungan masyarakat, Pemalang mampu maju dengan lingkungan yang resik, hijau, dan apik. Nyaman untuk ditinggali, bukan hanya bagi generasi hari ini, tetapi juga anak cucu nanti. (ADV)

Artikel Terkait