Pejabat Dindikbud Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Polemik Pemalang Inspiring Teacher
Rabu, 24 September 2025 | 16.06

PEMALANG, puskapik.com – Public hearing antara Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang berlangsung panas di Gedung DPRD Pemalang, Selasa 23 September 2025. Aliansi Mas...
PEMALANG, puskapik.com – Public hearing antara Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang berlangsung panas di Gedung DPRD Pemalang, Selasa 23 September 2025.
Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu mempertanyakan tindak lanjut 10+1 poin nota kesepahaman yang ditandatangani bersama pemerintah saat aksi unjuk rasa pada 4 September 2025 lalu.
Dalam public hearing itu, tampak hadir Ketua DPRD Pemalang Martono bersama jajaran wakil ketua dan anggota DPRD Pemalang lainnya.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemalang juga tampak hadir untuk mendengarkan dan memberikan jawaban atas berbagai tuntutan yang dilayangkan Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu.
Koordinator aliansi, Hamu Fauzi, menyoroti khusus persoalan kegiatan Pemalang Inspiring Teacher. Program yang melibatkan guru SD dan SMP itu memang akhirnya dibatalkan.
Namun, kata Hamu, uang pendaftaran sebesar Rp200 ribu yang dibayarkan para peserta belum juga dikembalikan seluruhnya.
“Setelah kami crosscheck, masih banyak guru yang uangnya belum dikembalikan, terutama di Kecamatan Comal dan Ulujami. Baru saja ada guru yang menghubungi saya lewat WA.” kata Hamu.
Dalam forum itu, Hamu juga meminta kejelasan dari Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pemalang, Titin Soewastiningsih Soebari.
Sebab, nama Titin Soewastiningsih Soebari disebut-sebut menjadi koordinator pemerintah bersama event organizer yang menggelar acara Pemalang Inspiring Teacher.
Menanggapi hal itu, Titin menegaskan bahwa dirinya bukan penggagas Pemalang Inspiring Teacher. Bahkan dirinya bersumpah tidak pernah memiliki ide mengadakan program itu.
"Demi Allah bukan dari saya, jadi kegiatan ini murni awal-awalnya untuk meningkatkan, atau membangun narasi positif (-pendidikan)." tegas Titin.
Titin pun meyakinkan bahwa ide gelaran Pemalang Inspiring Teacher tidak datang dari dirinya, mengingat jabatannya hanyalah sebatas sekretaris dinas pendidikan.
"Maka fungsi saya tidak akan diizinkan jika tidak melalui kepala dinas." ungkapnya.
Dalam momen itu, Titin sempat meminta Kepala Dindikbud Pemalang, Ismun Hadiyo, ikut menjawab terkait kegiatan Pemalang Inspiring Teacher yang kini berbuah polemik.
Namun, Ismun Hadiyo menolak dan justru meminta Titin tetap memberikan penjelasan.
Di akhir pernyataannya, Titin mengatakan jika masih ada guru yang belum menerima pengembalian dana, mereka dipersilakan langsung menghubungi Dindikbud Pemalang. **
Artikel Terkait

Niat Hendak Kencing, Buruh Bongkar Muat di Pekalongan Tewas Tersengat Tiang Lampu Jalan

Sterilisasi Ketat GPU Kajen, Polres Pekalongan Pastikan Natal Bersama Aman

Kepesertaan Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan Pekalongan Sarankan Daftar Mandiri
