Bantu Atasi Krisis Air, PLN Salurkan 200 Tangki ke 30 Desa di Pemalang

PLN salurkan 200 tangki air bersih ke 30 desa di tujuh kecamatan Pemalang. Bantuan sekitar 1 juta liter air diprioritaskan bagi wilayah terdampak kekeringan.
PEMALANG, puskapik.com – Krisis air bersih akibat kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pemalang mendapat dukungan dari PT PLN.
Melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Wilayah Tegal, sebanyak 200 tangki air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Bantuan tersebut diserahkan Ubaidillah Alif dari TJSL PLN Wilayah Tegal kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang Wiji Mulyati.
Baca Juga: Kabupaten Batang Raih Penghargaan Top 10 Indeks Daya Saing Daerah Jateng
Selanjutnya, bantuan diserahkan kepada Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pemalang Akhmad Patah untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Serah terima bantuan berlangsung di RT 12 RW 07, Dusun Silongok, Desa Belik, Kecamatan Belik, Rabu 19 Agustus 2026.
Wiji Mulyati menyampaikan apresiasi kepada PLN yang turut membantu pemerintah daerah menangani dampak kekeringan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Baca Juga: Panitia Bantah BROfest 2026 Pemalang Disokong Dana Sponsor
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pemalang, saya mengucapkan terima kasih atas CSR yang sudah diberikan kepada kami di wilayah Kabupaten Pemalang, khususnya bantuan 200 tangki dari PLN." ujar Wiji Mulyati.
"Kami juga berterima kasih kepada PMI yang sudah mengoordinasikan penyalurannya di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang,” lanjutnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Penanganan krisis air bersih, lanjut Wiji, dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan BPBD, PMI, Baznas, PDAM, serta para relawan.
Saat ini, distribusi air bersih yang dilakukan BPBD, PMI, Baznas dan PDAM rata-rata mencapai sekitar 125 ribu liter per hari. Penyaluran diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir September.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengatakan, 200 rit tangki bantuan PLN tersebut setara dengan sekitar 1 juta liter air bersih. Bantuan itu akan diprioritaskan bagi wilayah yang terdampak kekeringan cukup parah, terutama Kecamatan Pulosari, Belik dan Watukumpul.
“Karena kondisi kekeringan sekarang sudah mencapai puncaknya, bantuan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Pihak PLN, Ubaidillah Alif, mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kontribusi perusahaan untuk membantu warga yang terdampak kemarau panjang di Kabupaten Pemalang.
“Alhamdulillah PLN dapat memberikan kontribusi berupa bantuan air bersih sejumlah 200 tangki untuk masyarakat Kabupaten Pemalang. Semoga bermanfaat untuk desa-desa yang mengalami kemarau panjang,” katanya.
Rencananya bantuan tersebut akan disalurkan ke tujuh kecamatan dengan total 30 desa. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Belik, Pulosari, Warungpring, Randudongkal, Watukumpul, Bantarbolang dan Bodeh.
Selain menerima bantuan dari PLN, PMI Pemalang sebelumnya telah menyalurkan 257 tangki air bersih. Untuk mencukupi kebutuhan warga, distribusi akan terus dilakukan dengan rata-rata 8 hingga 10 tangki per hari sampai September.
Desa Belik menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup serius. Kasi Pemdes Belik, Dikin, mengatakan Dusun Silongok dipilih sebagai salah satu titik penyaluran karena masuk dalam peta merah kekeringan dan tidak teraliri sumber mata air.
Dimana terdapat 43 titik kekeringan yang tersebar di tujuh dusun di Desa Belik. Sejumlah wilayah yang dinilai paling rawan ketika musim kemarau di antaranya Dusun Gondang, Kepus, Tengah dan Silongok.
“Kalau musim kemarau, solusinya memang droping. Kami berharap ketika kekeringan sudah pada titik yang sangat parah, kuota bantuan air bersih dapat ditambah,” harapnya.
Dikin menambahkan, Desa Belik memiliki 15.663 penduduk yang tersebar di tujuh dusun dan 41 RT.
Seluruh wilayah desa mengalami kekeringan karena sumber mata air yang tersedia bersifat musiman. Saat musim kemarau, debit air sumur juga mengalami penurunan sehingga warga semakin bergantung pada distribusi air bersih. **
Artikel Terkait

Peduli Anak dengan Kelainan Kaki, Polisi di Pekalongan Beri Bantuan dan Pastikan Pengobatan Berlanjut

Diduga Korsleting Kulkas, Warung Kopi di Lahan Perhutani Mesoyi Talun Pekalongan Ludes Terbakar

Sekda Dorong Masyarakat Gemar Makan Ikan, dengan Perkuat Distribusi Wilayah Tengah
