Dilanda Kekeringan, PMI Pemalang Kirim Ribuan Liter Air Bersih ke Belik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 09.25
puskapik

PMI Kabupaten Pemalang mulai menyalurkan air bersih gratis selama 30 hari bagi warga terdampak kekeringan, diawali distribusi 15.000 liter untuk 820 jiwa di Belik.

PEMALANG, puskapik.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pemalang mulai menggelar operasi droping air bersih gratis menyusul meningkatnya kebutuhan air untuk warga terdampak kekeringan di wilayah selatan.

Program droping air bersih gratis tersebut resmi dimulai pada Kamis 2 Juli 2026 dan rencananya akan berlangsung selama 30 hari hingga 6 Agustus 2026.

Pada hari pertama pelaksanaan, PMI menyalurkan sebanyak 15.000 liter air bersih melalui tiga kali pengiriman menggunakan truk tangki ke Dusun Kandanggotong, Desa Gombong, Kecamatan Belik.

Baca Juga: Pemalang Susun Strategi Cegah Pernikahan Anak

Bantuan difokuskan pada tiga titik distribusi, yakni RT 07 RW 01 di sekitar Toren Timur Masjid Ibrahim, RT 08 RW 01 di kompleks rumah warga bernama Cahyat, serta RT 09 RW 01.

Tim gabungan yang terdiri dari staf markas dan relawan PMI diterjunkan langsung untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar. Masing-masing titik didampingi petugas yang bertanggung jawab mengawasi penyaluran air ke warga.

Berdasarkan hasil asesmen PMI, bantuan tersebut menjangkau 196 kepala keluarga atau sekitar 820 jiwa. Dari jumlah itu, tercatat 398 laki-laki dan 422 perempuan menerima manfaat dari program kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: KKJ Jateng-DIY Kecam Dugaan Intimidasi Jurnalis Saat Liputan Menteri Keuangan di Undip

Selain masyarakat umum, bantuan air bersih juga menyasar kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Tercatat ada 44 bayi, 222 anak-anak, 17 ibu hamil, 7 penyandang disabilitas, serta 138 lanjut usia jadi menerima manfaat.

Ketua PMI Kabupaten Pemalang, Akhmad Patah, melalui Kepala Markas PMI, Agus Supriyono, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan respons cepat PMI terhadap mulai munculnya dampak kekeringan di sejumlah wilayah.

"Sesuai dengan Surat Tugas Nomor 578/PB/VI/2026 yang telah ditandatangani, pelayanan kemanusiaan ini merupakan respon cepat PMI Kabupaten Pemalang atas keluhan krisis air yang mulai dirasakan masyarakat di musim kemarau ini." tuturnya, Jumat 3 Juli 2026.

"Kami menerjunkan personel berseragam lapangan lengkap yang telah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat," imbuh Agus Supriyono.

Menurutnya, seluruh petugas PMI Kabupaten Pemalang yang bertugas di lapangan diwajibkan menjalankan prosedur pelaporan secara berkala guna memastikan kegiatan berjalan transparan dan terpantau.

"Seluruh petugas kami wajib melakukan input laporan secara berkala dan real-time lewat sistem aplikasi DAB ALERT di setiap rit tangki yang didistribusikan." jelasnya.

Agus Supriyono juga menegaskan bahwa seluruh layanan distribusi air bersih yang dilakukan PMI tidak dipungut biaya apa pun dari masyarakat penerima bantuan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait