Jembatan Antar Desa di Pemalang Terbengkalai, Warga Harus Putar Jauh

Jembatan Sikasur–Karangmoncol di Pemalang putus setahun, ganggu akses sekolah dan ekonomi. Warga berharap segera diperbaiki oleh pemerintah daerah.
PEMALANG, puskapik.com – Kepala Desa Sikasur, Kusin, mengeluhkan jembatan penghubung Sikasur–Karangmoncol yang menjadi jalur pendidikan dan ekonomi warga berbagai desa tak kunjung diperbaiki sejak putus setahun lalu.
Keluhan itu disampaikan Kusin saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di Pendopo Kantor Bupati Pemalang, Senin 30 Maret 2026.
Menurut Kusin, putusnya jembatan di Dukuh Siparuk itu berdampak besar bagi masyarakat. Anak-anak sekolah kini harus menempuh jarak yang jauh, sementara para pedagang kesulitan menjangkau pasar. Warga pun mengeluh.
Baca Juga: Penyakit Cikungunya Merebak di Kabupaten Tegal, Sejak Juni 2025 Hingga Sekarang
"Itu jembatan pendidikan, jembatan pedagang, saat jembatannya belum putus anak sekolah berangkat bisa hanya berapa menit, sekarang harus muter 12 kilometer," ungkap Kusin.
"Para pedagang yang tadinya bisa jalan, sekarang harus muter pakai ojek," imbuhnya.
Jembatan sepanjang sekitar 50 meter itu sebelumnya menjadi penghubung utama bagi warga Desa Simpur, Desa Sikasur Kecamatan Belik dan Desa Karangmoncol Kecamatan Randudongkal. Sejak rusak, mobilitas warga menjadi terhambat.
Kusin mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut yang jelas.
Baca Juga: Instruksi Bupati Tegal Pencegahan Obat Keras Sasar Pelajar, Perlu Edukasi di Sekolah
Kusin berharap Pemerintah Kabupaten Pemalang segera memberi perhatian serius terhadap perbaikan jembatan tersebut, mengingat perannya yang sangat penting bagi aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat setempat.


