Komunitas Badut Pekalongan Hibur Anak - anak Pengungsi di Pemalang

Kamis, 29 Januari 2026 | 18.39
Posko bencana di Kecamatan Pulosari menjadi salah satu lokasi para relawan badut mengibur anak anak pengungsi.
Posko bencana di Kecamatan Pulosari menjadi salah satu lokasi para relawan badut mengibur anak anak pengungsi.

Relawan Komunitas Badut Pekalongan menghibur anak-anak pengungsi banjir bandang di Posko Pulosari, Pemalang, untuk memulihkan keceriaan mereka.

PEMALANG, puskapik.com - Komunitas Badut Pekalongan menjadi relawan dengan menghibur anak anak korban bencana banjir bandang di pengungsian Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Melalui ketrampilan yang mereka miliki, diharapkan anak anak tersebut terhibur dan bisa mengembalikan keceriaan mereka pasca bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

"Selain pemenuhan kebutuhan fisik, perhatian juga diberikan pada pemulihan psikologis anak-anak yang terdampak bencana. Untuk membantu mengurangi trauma dan tekanan mental yang dialami anak-anak, kami dari Komunitas Badut Pekalongan turut hadir memberikan hiburan edukatif dan rekreatif," ujar, Pimpinan Komunitas Badut Pekalongan, Wily.

Ia mengatakan bahwa kegiatan hiburan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang harus menghadapi situasi sulit pascabencana.

Melalui pertunjukan badut, permainan, dan interaksi langsung, anak-anak diajak untuk sejenak melupakan rasa takut dan kesedihan yang mereka alami.

Kegiatan itu diharapkan dapat mengembalikan keceriaan anak-anak meskipun mereka masih berada dalam suasana duka akibat bencana.

Dia menambahkan, kehadiran hiburan sederhana tersebut terbukti mampu membangkitkan semangat anak-anak di lokasi pengungsian.

Menurutnya, senyum dan tawa anak-anak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan trauma pascabencana. Anak-anak tetap semangat walaupun mereka masih dalam keadaan bersedih.

Pihaknya ingin menghadirkan senyum dan tawa agar mereka tidak terus larut dalam trauma. Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat ini diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana, khususnya anak-anak, sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial dan psikologis pascabencana di wilayah Pulosari. **

Artikel Terkait