Ombak Tinggi Lumpuhkan Aktivitas Nelayan di Pemalang

Senin, 9 Februari 2026 | 16.58
Ombak Tinggi Lumpuhkan Aktivitas Nelayan di Pemalang
Ombak Tinggi Lumpuhkan Aktivitas Nelayan di Pemalang

Cuaca ekstrem di Pemalang membuat ratusan kapal nelayan bersandar. Ombak tinggi dan angin kencang memaksa nelayan tak melaut demi keselamatan.

PEMALANG, puskapik.com – Cuaca ekstrem yang belum juga mereda masih menjadi ancaman serius bagi nelayan di Kabupaten Pemalang. Sebagian besar nelayan memilih tak melaut demi keselamatan.

Pantauan puskapik.com di Pelabuhan Tanjungsari, Kelurahan Sugihwaras, Kabupaten Pemalang, Senin 9 Februari 2026, ratusan kapal nelayan tampak bersandar dengan tali tertambat di dermaga.

Di ujung pelabuhan, bendera hitam berkibar sebagai tanda larangan melaut lantaran kondisi laut yang berbahaya.

Baca Juga: Banpol Parpol Kota Tegal Diusulkan Naik Hingga Rp 7.500 Mulai 2027

Cuaca ekstrem yang berlangsung berminggu-minggu membuat nelayan tak punya banyak pilihan selain menepi.

Sejumlah nelayan yang nekat melaut justru berujung mengalami kecelakaan, mulai dari kapal kandas di muara hingga hancur dihantam ombak besar.

Salah seorang pemilik kapal, Pupon (54), mengaku, sudah hampir dua bulan terakhir tidak bisa melaut akibat cuaca yang tidak bersahabat.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Telur Ayam Ras di Bumiayu Naik Jadi Rp32.000 per Kilogram

"Ya berarti hampir dua bulan ini kami enggak bisa melaut, karena cuaca begini (ekstrem), ya mau gimana lagi." tuturnya kepada puskapik.com.

Selama tidak melaut, para nelayan terpaksa mencari pekerjaan serabutan demi menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga di rumah. Beberapa lainnya menjadikan waktu libur untuk membenahi kapal.

Sejumlah Kapal Hancur Dihempas Ombak

Sementara itu, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pemalang, Abul Hasan, membenarkan, cuaca ekstrem sangat berdampak terhadap aktivitas nelayan.

Baca Juga: Peduli Bencana Tanah Bergerak di Padasari, Siswa MI Maarif NU Kertayasa Tegal Galang Donasi

"Kondisi laut masih belum stabil, ombak tinggi, kecepatan angin masih diatas 10 knot," ujar Abul Hasan kepada puskapik.com.

Abul Hasan menyebut, dari lebih dari seribu kapal nelayan yang tersebar di pelabuhan-pelabuhan se-Kabupaten Pemalang, saat ini hanya sekitar 20 persen yang masih aktif melaut.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait