Perempuan Pertama Pimpin DPC PKB Pemalang, Ajeng Triyani Siap Jawab Tantangan

Jumat, 3 Juli 2026 | 08.54
puskapik

Ajeng Triyani menjadi perempuan pertama yang memimpin DPC PKB Pemalang. Ia siap menjawab tantangan, memperkuat soliditas partai, dan terus belajar memimpin.

PEMALANG, puskapik.com – Menjadi perempuan pertama yang menduduki kursi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pemalang jadi tantangan tersendiri bagi Ajeng Triyani. Ia optimistis mampu membawa partai semakin solid.

Ajeng Triyani sendiri resmi terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Pemalang masa bakti 2026–2031 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) beberapa waktu lalu.

Terpilihnya Ajeng menjadi ketua menandai babak baru perjalanan PKB Pemalang. Di tengah dominasi kepemimpinan laki-laki, kehadirannya menjadi simbol terbukanya peluang bagi perempuan tampil mengambil peran strategis.

Baca Juga: KPU Kabupaten Pekalongan Tetapkan 771.488 Pemilih dalam Pemutakhiran Data Berkelanjutan Triwulan II 2026

“Memang baru kali ini di Jawa Tengah, baru periode ini ada lima Ketua DPC perempuan, salah satunya saya,” tutur Ajeng Triyani, Kamis 2 Juli 2026.

Politisi asal Desa Tegalasari Timur, Kecamatan Ampelgading itu menilai, munculnya perempuan sebagai pemimpin partai merupakan bukti bahwa PKB semakin terbuka terhadap berbagai potensi kader tanpa membedakan gender.

Menurutnya, kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kemampuan, komitmen, dan kesungguhan dalam mengemban amanah organisasi.

Baca Juga: Ribuan Warga Masuk Daftar Pemilih Baru, KPU Kendal Perbarui Basis Datan

Meski demikian, Ajeng Triyani mengakui posisi yang kini diembannya menjadi tantangan tersendiri. Sebagai perempuan pertama yang memimpin DPC PKB Pemalang, ia menyadari akan ada banyak harapan di pundaknya.

“Tetapi kita ingin menjawab semua itu,” katanya.

Kesadaran akan besarnya tanggung jawab tersebut membuat Ajeng Triyani bertekad untuk terus belajar dan memperkaya pengalaman dalam memimpin organisasi. Ia menegaskan tak akan pernah berhenti belajar dan meminta bimbingan senior.

"Kita tidak bosen-bosen terus belajar, nyuwun petunjuk, bimbingan arahan para kyai, dari teman-teman, ranting dan sebagainya." ungkapnya.

Bagi Ajeng Triyani, membangun organisasi yang kuat tidak dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan kebersamaan, kekompakan, serta komunikasi yang baik di semua tingkatan partai. **

Artikel Terkait