Perjuangan Sartini Selamatkan Dua Anak Disabilitas Saat Banjir Bandang Pemalang

Di tengah banjir bandang Pemalang, Sartini berjuang menyelamatkan dua anak kembar disabilitasnya dari gelap, hujan deras, dan kepanikan malam hari.
PEMALANG, puskapik.com – Di balik banjir bandang yang melanda Desa Penakir Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, tersimpan kisah pilu perjuangan seorang ibu dengan anak disabilitasnya.
Di tengah kepanikan warga menyelamatkan diri dari terjangan banjir bandang pada Sabtu 24 Januari 2026 dini hari, Sartini, seorang ibu lanjut usia harus menghadapi situasi yang jauh lebih berat dibanding kebanyakan orang.
Ia tinggal bersama dua anak kembarnya yang merupakan penyandang disabilitas ganda, mental dan fisik.
Baca Juga: Rumah-rumah Rusak, Banjir Bandang Pemalang Paksa 2.277 Warga Mengungsi
Kedua anaknya tidak mampu berjalan dan hampir tidak pernah keluar rumah, membuat kondisi fisik mereka mengalami kekakuan pada kaki dan tangan.
Saat peristiwa banjir bandang itu, hujan deras mengguyur Desa Penakir dan sekitarnya, pemukiman warga diselimuti gelap menyusul padamnya aliran listrik, sementara air banjir perlahan merangsek masuk ke permukiman warga.
Sartini hanya bisa menyaksikan air mulai memasuki rumah-rumah tetangganya, lalu mendekati halaman rumahnya sendiri.
Baca Juga: Langkah Pemprov Jateng Pulihkan Duka Penyintas Bencana
Ketakutan dan kebingungan menyergap, sebab dalam keterbatasannya, Sartini harus menyelamatkan kedua anaknya yang sama-sama membutuhkan pertolongan. Kecemasan menghantui Sartini.
“Dia bingung harus berbuat apa. Menggendong satu anak saja sudah berat, sementara ada dua anak yang sama-sama membutuhkan pertolongan,” ungkap salah satu petugas pendamping di Posko Pengungsian Pulosari.
Dalam kondisi panik dan keterbatasan fisik, Sartini dan suaminya hanya mampu meminta bantuan. Harapan itu akhirnya datang. Relawan mengevakuasi keluarga tersebut dan membawa mereka ke posko pengungsian Kecamatan Pulosari.
Bagi Sartini, keselamatan anaknya adalah segalanya, meski harus melalui detik-detik yang penuh ketakutan. Kisah Sartini menjadi potret nyata bahwa penyandang disabilitas merupakan kelompok paling rentan dalam situasi bencana.
Keterbatasan mobilitas dan tingginya ketergantungan pada orang lain membuat mereka membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.
Kemensos RI Turunkan Unit Mobile Rehabilitation Untuk Penyandang Disabilitas
Merespons kondisi itu, Kementerian Sosial RI melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung menerjunkan Unit Mobile Rehabilitation ke lokasi pengungsian warga Desa Penakir di Kecamatan Pulosari, Kamis 29 Januari 2026.
Artikel Terkait

KDKMP Desa Penggarit Pemalang Siap Tampung Hasil Panen Petani

Prakiraan Cuaca Pemalang Minggu 17 Mei 2026, Hujan Ringan dan Udara Lembap

Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana di Pemalang Sasar Sekolah yang Berada di Lereng Gunung Slamet
