Tempat COD Obat Keras Ilegal di Mulyoharjo Pemalang Digrebek, Puluhan Orang Terjaring

Penggerebekan lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi obat keras ilegal di Mulyoharjo, Pemalang, mengamankan 22 orang. Mayoritas terduga pembeli berusia.
PEMALANG, puskapik.com – Salon yang diduga menjadi tempat transaksi obat keras ilegal di belakang Kantor Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang digerebek, Sabtu 6 Juni 2026 malam.
Dalam penggerebekan tersebut, puluhan orang yang diduga hendak membeli obat keras jenis Tramadol dan Hexymer diamankan.
Lurah Mulyoharjo, Sigit Dwi Pamungkas ikut turun langsung dalam penggerebekan tempat transaksi obat keras di sebuah salon yang lokasinya berada tepat di belakang Kantor Kelurahan Mulyoharjo itu.
Baca Juga: Kejurnas Sprint Rally di Semarang Pacu Wisata Olahraga Jateng
Penggerebekan dilakukan menyusul laporan dari warga terkait aktivitas mencurigakan yang diduga merupakan transaksi obat keras ilegal dan rutin berlangsung setiap malam Minggu di lokasi tersebut.
"Ternyata setelah diselidiki benar, disitu jadi tempat COD obat-obatan. Semalam langsung kita gerebek." tutur Sigit Dwi Pamungkas kepada puskapik.com, Minggu 7 Juni 2026.
Saat penggerebekan, orang yang diduga sebagai pengedar diketahui sudah tidak berada di tempat. Kendati demikian, aparat kelurahan berhasil mengamankan sejumlah orang yang diduga datang untuk membeli obat keras tersebut.
"Lokasinya kan masuk gang, jadi begitu belok mereka langsung kita hentikan, kita mintai keterangan, kita cek. Waktu kita geledah dan kita cek handphone-nya ternyata memang mereka janjian COD disitu," ungkap Sigit Dwi Pamungkas.
Mereka yang ketahuan hendak transaksi obat keras itu pun panik. Bahkan ada dari mereka yang melarikan diri lewat gang usai mengetahui adanya penggerebekan dan meninggalkan sepeda motornya di lokasi.
"Kebanyakan usia 16 sampai 19 tahun, Mayoritas bukan warga Mulyoharjo," imbuhnya. Semalam ada sekitar 22 orang yang dibawa ke Polres," tutur Sigit Dwi Pamungkas.
Selain mengamankan sejumlah orang yang diduga akan melakukan transaksi, petugas juga meminta keterangan dari pemilik salon yang diduga kerap dijadikan lokasi transaksi obat keras tersebut.
Berdasarkan pengakuannya, tempat usahanya sering dijadikan lokasi transaksi dan ia mengaku mendapat ancaman ketika menolak. Kasus tersebut selanjutnya diserahkan ke polisi untuk penanganan dan penyelidikan lebih lanjut. **


