Rumah-rumah Rusak, Banjir Bandang Pemalang Paksa 2.277 Warga Mengungsi

Banjir bandang di Pulosari dan Moga, Pemalang, rusak rumah dan jembatan. Ribuan warga mengungsi, satu orang meninggal dunia akibat terseret arus.
PEMALANG, puskapik.com – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Pulosari dan Moga Kabupaten Pemalang mengakibatkan kerusakan parah pada rumah warga, fasilitas umum, dan infrastruktur desa. Ribuan warga kini terpaksa mengungsi.
Peristiwa banjir bandang tersebut terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026 sekitar pukul 17.30 WIB hingga hingga Sabtu 24 Januari 2026 dini hari pukul 03.30 WIB, dipicu hujan dengan intensitas tinggi.
Berdasarkan data update penanganan bencana per Rabu, 28 Januari 2026 pukul 20.40 WIB, banjir bandang di Pemalang berdampak pada sejumlah desa dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Baca Juga: Hari Ini Gubernur Tinjau Lokasi Bencana di Penakir Pemalang
Dampak paling parah dirasakan di Desa Penakir Kecamatan Pulosari total 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak, 13 rumah rusak berat (hanyut) 8 rumah rusak sedang, dan 8 rumah rusak ringan.
Infrastruktur yang terdampak meliputi 11 jembatan putus, 1 mushola rusak, serta 1 fasilitas pendidikan berupa SD yang mengalami kerusakan ringan.
Dalam kejadian ini, 1 warga meninggal dunia terseret arus banjir bandang dan ditemukan di Dusun Tretep Desa Sima Kecamatan Moga.
Baca Juga: Perhutani Jateng Kirim Bantuan Logistik ke Posko Banjir Bandang Pulosari Pemalang
Di Desa Clekatakan, kerusakan meliputi 8 rumah rusak berat, 1 fasilitas pendidikan berupa TK, 1 masjid, serta 1 jembatan di RT 01 RW 03.
Sementara di Desa Batursari, terdapat 3 jembatan rusak berat, masing-masing berada di RT 02 RW 01 sebanyak 2 jembatan dan RT 01 RW 04 satu jembatan.


