PSSI Pemalang Dorong Pembentukan Yayasan PSIP, DPRD Nyatakan Dukungan

PSSI Pemalang mendorong pembentukan Yayasan PSIP sebagai badan hukum klub. DPRD Pemalang mendukung langkah tersebut demi profesionalitas dan keberlanjutan tim.
PEMALANG, puskapik.com – Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Pemalang beraudiensi dengan DPRD Pemalang untuk membahas rencana pembentukan yayasan sebagai badan hukum klub PSIP Pemalang.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung profesionalitas klub sepak bola kebanggaan warga Pemalang itu, sekaligus memenuhi persyaratan mengikuti kompetisi resmi.
Audiensi berlangsung di Aula Kantor DPRD Pemalang, Senin 13 Juli 2026. Dalam audiensi itu, Ketua PSSI Kabupaten Pemalang, Hengki Wijaya tak hanya datang bersama pengurus, namun juga pemain suporter PSIP.
Baca Juga: Dilanda Kekeringan, Warga Pulosari Pemalang Beli Air Rp 500 Ribu Agar Bisa Mandi
Dalam pertemuan tersebut, Hengki Wijaya menjelaskan, keberadaan badan hukum menjadi kebutuhan mendesak bagi PSIP. Selain sebagai legalitas klub, badan hukum menjadi salah satu syarat untuk mengikuti kompetisi sepak bola nasional.
Menurutnya, regulasi kompetisi sepak bola di Indonesia saat ini mewajibkan setiap klub memiliki badan hukum, termasuk klub-klub yang berlaga di Liga 4 kasta kompetisi yang saat ini diikuti PSIP Pemalang.
"Kita prihatin sekali, karena sampai sekarang PSIP belum memiliki badan hukum," ujar Hengki Wijaya.
Baca Juga: 467 Murid Baru MAN 2 Brebes Ikuti MATAMUDA, Dibekali Karakter Hadapi Era Digital
Ia menambahkan, selama ini PSIP juga kerap menghadapi kendala saat memasuki musim kompetisi. Salah satu persoalan yang terus berulang adalah kesulitan dalam menyiapkan pendanaan agar klub bisa berpartisipasi dalam liga.
Kondisi tersebut, kata Hengki, tidak hanya menjadi keresahan pengurus klub, tetapi juga suporter dan masyarakat yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan sepak bola di Kabupaten Pemalang.
Karena itu, PSSI Kabupaten Pemalang mendorong pembentukan badan hukum dalam bentuk yayasan sebagai langkah awal untuk membangun tata kelola klub PSIP yang lebih profesional dan berkelanjutan.
"Antusiasme masyarakat Kabupaten Pemalang terhadap sepak bola itu sangat luar biasa, karena memang sepak bola ini olahraga rakyat," ungkap Hengki Wijaya.
Ia menilai sepak bola tidak hanya memiliki nilai olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Berbagai kegiatan dan turnamen sepak bola mampu menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Sepak bola juga ikut mendongkrak perekonomian, setiap ada turnamen sepak bola pasti UMKM di sekitarnya berkembang," imbuh Hengki Wijaya.
Melalui audiensi itu, PSSI Pemalang berharap mendapatkan masukan sekaligus dukungan dari DPRD terkait rencana pembentukan yayasan PSIP, sekaligus wujud sinergi memajukan sepak bola di Kabupaten Pemalang.


