Resahkan Pengunjung, Pengamen Topeng Monyet di City Walk Pemalang Ditertibkan

Senin, 27 Juli 2026 | 19.50
puskapik

Satpol PP Pemalang menertibkan 12 pawang dan enam monyet topeng monyet di City Walk. Penindakan dilakukan secara humanis demi ketertiban, kesehatan, dan perlindungan satwa.

PEMALANG, puskapik.com – Aparat gabungan di Kabupaten Pemalang bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait maraknya pertunjukan topeng monyet di pusat keramaian.

Dalam patroli gabungan yang digelar pada Sabtu 25 Juli 2026 malam, petugas menyisir kawasan Alun-alun hingga City Walk Pemalang.

Patroli tersebut melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Baca Juga: Eliminasi TBC, Tracing Terintegrasi CKG Sasar 7.700 Warga Kota Tegal

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pemalang, Achmad Hidayat, mengatakan penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang resah dengan pengamen topeng monyet.

"Iya, kemarin kami lakukan penertiban, karena selain ada eksploitasi hewan, dikhawatirkan juga monyetnya menularkan penyakit," ujarnya, Senin 27 Juli 2026.

Dari hasil penertiban, petugas mengamankan 12 pawang beserta enam ekor monyet yang selama ini digunakan sebagai sarana pertunjukan di ruang publik.

Baca Juga: Wakil DPRD Pemalang Wardoyo Optimis Mas Dar Pimpin BGN Lebih Baik

Penertiban dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif.

Selain melakukan pendataan, petugas juga memberikan pembinaan kepada para pawang sesuai tugas dan kewenangan masing-masing instansi.

Dalam kegiatan itu, Dinas Sosial Kabupaten Pemalang melakukan asesmen terhadap kondisi sosial para pawang untuk mengetahui latar belakang dan kebutuhan pembinaan yang diperlukan.

Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) memeriksa kondisi kesehatan enam ekor monyet yang diamankan.

Satwa tersebut juga mendapatkan vaksinasi sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Di sisi lain, fasilitas layanan kesehatan turut disiagakan guna memastikan kondisi fisik para pawang maupun petugas yang terlibat dalam kegiatan penertiban tetap terpantau dengan baik.

Melalui langkah terpadu ini, pemerintah berharap penataan ruang publik dapat berjalan seiring dengan perlindungan satwa serta pemberian solusi pembinaan bagi para pelaku usaha jalanan. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait