Singgah ke Pemalang, Pesepeda Iran Akui Warga Indonesia Paling Ramah

Selasa, 23 Juni 2026 | 05.35
puskapik

Pesepeda asal Iran, Arezoo Eskandari, singgah di Pemalang dan mengaku Indonesia menjadi negara paling berkesan berkat keramahan warganya selama perjalanan.

PEMALANG, puskapik.com – Perjalanan panjang melintasi enam negara di Asia membawa kesan tersendiri bagi Arezoo Eskandari (35), pesepeda asal Iran yang tengah menjalankan misi berkeliling Asia.

Dari seluruh negara yang telah ia kunjungi selama tujuh bulan terakhir, Indonesia menjadi yang paling berkesan bagi Arezoo Eskandari.

Hal itu diungkapkan Arezoo saat singgah di Kabupaten Pemalang, Minggu 21 Juni 2026. Menurutnya, keramahan masyarakat Indonesia menjadi alasan utama mengapa negara ini berkesan baginya.

Baca Juga: Forum Anak Suarakan Perlindungan Siswa, Jateng Targetkan Sekolah Zero Perudungan

"Oh! Saya sudah melewati enam negara sejauh ini, tetapi negara terbaik bagi saya adalah Indonesia karena semua orang sangat hangat, ramah dan penuh keramahan," kata Arzoo.

Sebelum memasuki Indonesia, Arezoo telah mengayuh sepedanya melintasi China, Vietnam, Laos, Thailand, dan Malaysia.

Pengalaman bertemu berbagai budaya di sejumlah negara itu membuat Arezoo Eskandari dapat membandingkan sambutan masyarakat yang ia terima selama perjalanan itu.

Ia menilai warga Indonesia memiliki kehangatan yang berbeda. Interaksi yang dialaminya sejak tiba di Jakarta hingga melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah meninggalkan kesan mendalam.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Alun-alun Brebes Bawa 10 Tuntutan Memanas, Diwarnai Aksi Bakar Ban

"Saya sangat menyukai orang Indonesia," ujarnya.

Kehadiran Arezoo di Pemalang pun menarik perhatian masyarakat. Saat mengikuti Car Free Day di kawasan City Walk, ia disambut ratusan pesepeda dan warga yang penasaran kisah akan perjalanannya.

Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama maupun berbincang langsung dengan perempuan yang membawa pesan perdamaian dari Iran itu.

Perjalanan Arezoo sendiri masih jauh dari selesai. Ia menargetkan menyelesaikan ekspedisi keliling Asia selama satu tahun penuh.

Usai menjelajahi sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Bali, ia berencana melanjutkan perjalanan menuju India, Nepal, Pakistan, Tajikistan, dan Kirgistan sebelum akhirnya kembali ke Iran melalui Turki.

Semangatnya mengayuh sepeda melintasi ribuan kilometer tak hanya menjadi petualangan pribadi, tetapi juga sarana memperkenalkan pesan persahabatan dan perdamaian antarbangsa. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait