IGRA Batang Gelar Workshop Manajemen Berbasis Madrasah, Diikuti Guru dan Kepala Sekolah

Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal atau PD IGRA Kabupaten Batang mengadakan kegiatan Workshop Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) dengan peserta guru
BATANG, puskapik.com - Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal atau PD IGRA Kabupaten Batang menyelenggarakan Workshop Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) dengan peserta guru dan kepala sekolah.
Kegiatan yang mengusung tema Meningkatkan Mutu Madrasah Melalui Tata Kelola yang Profesional dan Berkarakter ini diikuti 290 peserta di Gedung Islamic Center Banyuputih, Selasa 7 Juli 2026.
Hadir Wakil Bupati Batang Suyono, Plt Kakankemenag, H Munif, Kasi Pendidikan Madrasah H. Luthfi Efendi, Pengawas RA serta Pengelola Islamic Center Batang H. Mahrus.
Baca Juga: Data Tak Kunjung Berubah, DPRD Kota Tegal Tekan Percepatan DTSEN
Ketua PD IGRA Batang, Nur Khanah menuturkan workshop digelar dengan harapan besar agar RA mampu bertransformasi menjadi lembaga yang profesional dan bermutu.
"Kepala RA harus selalu semangat dan percaya diri. Melalui tata kelola yang baik, kita optimistis RA dapat melahirkan generasi yang berkarakter dan memiliki akhlakul karimah,” ujarnya.
Workshop Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) dipandu oleh Siti Sochibatun Nafi’ah.
Tata Kelola Madrasah
Hadir sebagai narasumber dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Junaid, yang memaparkan materi-materi strategis seputar tata kelola madrasah masa kini.
Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono menekankan, pentingnya solidaritas, konsolidasi, dan koordinasi yang kuat antar-guru demi keselarasan kerja tanpa adanya rasa saling menyalahkan.
Menurut Suyono, madrasah harus memiliki fleksibilitas dalam mengadopsi pengetahuan baru yang kontemporer guna memantik kreativitas dan inovasi.
"Aset terbesar bangsa ini adalah generasi muda. Jika pemuda kita memiliki basis ilmu yang tinggi, negara ini akan menjadi bangsa yang hebat. Ibu-ibu guru RA harus menjadi cahaya ilmu dan pengetahuan yang menuntun anak-anak menyongsong cita-citanya,” tandasnya.
Wabup Suyono mengimbau agar guru RA mendidik anak-anak menjadi sosok 'petarung' yaitu pribadi yang pejuang, energik, tangguh, mandiri, kreatif, serta mengutamakan kejujuran.
“Mari para guru RA untuk memperluas wawasan dengan rajin membaca,” tegasnya.
Sebagai wujud kepedulian sosial, Wakil Bupati Suyono menyerahkan secara simbolis bantuan sembako dan santunan kepada 13 orang guru RA pilihan.


