Air Akuarium Keruh, Inilah 14 Trik Paten Agar Air Tetap Jernih

Kamis, 8 Januari 2026 | 14.46
Akuarium Keruh
Akuarium Keruh

Tips menjaga air akuarium tetap jernih, dari perawatan filter, bakteri baik, tanaman hidup, hingga penggantian air rutin.

SLAWI, puskapik.com - Memiliki akuarim di rumah yang airnya jernih menjadi dambaan semua penikmat ikan hias. Namun, seiring dengan kondisi ikan dan tanaman di akuarium, air biasanya berubah menjadi keruh. Padahal, akuarium dapat dikatakan sehat jika air di dalamnya jernih.

Ikan membutuhkan air yang bersih dan sehat untuk dapat bertahan hidup. Makanan yang tidak dimakan, kotoran ikan, dan serpihan-serpihan tumbuhan dapat menaikkan kadar pH air sehingga tidak aman bagi ikan. Ada beberapa cara untuk menjaga kebersihan air akuarium :

1. Bersabar dengan diamkan air yang keruh.

Sering kali air akuarium yang keruh akan jernih dengan sendirinya ketika lingkungan air menyesuaikan diri. Biasanya, air keruh merupakan hasil campuran organisme mikroskopis, misalnya bakteri, protozoa, dan mikrometazoa. Organisme-organisme ini berasal dari ikan, makanan, dan kotoran. Biasanya, tangki akan menyeimbangkan dan menjernihkan air akuarium dalam kurun waktu seminggu.

Baca Juga: Situs Batur Kedawung, Cikal Bakal Baturaden

Bersabarlah sebelum menambahkan bahan kimia atau melakukan sesuatu yang drastis untuk mengatasi air keruh, jangan lupa bahwa akuarium dihuni oleh makhluk hidup. Cari tahu penyebab keruhnya air sebelum menggunakan bahan kimia apa pun pada akuarium. Bahan kimia dan pembersih dapat merusak lingkungan tangki dan menyakiti ikan-ikan di dalamnya.

2. Masukkan bakteri baik ke akuarium.

Bakteri baik akan membantu proses alami di dalam tangki akuarium. Bakteri baik dapat membeli di toko atau beli kerikil yang sudah memiliki bakteri ini. Anda juga dapat menambahkan kerikil, bebatuan, kayu apung, atau bantalan filter dari akuarium lama ke akuarium Anda. Mungkin, masih ada bakteri baik di benda-benda tersebut.

Kultur bakteri akan membantu membasmi amonia dan nitrat yang beracun bagi ikan. Bakteri ini mengubah kedua zat tersebut menjadi nitrat yang tidak berbahaya dan dibuang saat mengganti air akuarium. Jenis bakteri terbaik untuk akuarium adalah Nitrosomonas dan Nitrobakter.

Baca Juga: Gawat, Dana Desa di Kabupaten Tegal Tinggal Rp300 Juta Perdesa

Halaman 1 dari 5

Artikel Terkait