Budidaya Jagung di Kabupaten Tegal Menggiurkan, Pasar Terbuka, Harga Stabil, dan Keuntungan 100 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 | 13.54
Dua petani mengoperasikan traktor untuk panen jagung di lahan jagung Desa Kalikangkung, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, baru-baru ini. (Dok)
Dua petani mengoperasikan traktor untuk panen jagung di lahan jagung Desa Kalikangkung, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, baru-baru ini. (Dok)

Budidaya jagung di Tegal makin menggiurkan, didukung HPP Rp5.500/kg. Pasar terbuka, harga stabil, keuntungan petani bisa tembus hingga 100 persen.

SLAWI, puskapik.com - Komoditi jagung dilihat sebelah mata bagi sebagian orang. Namun, ternyata budidaya jagung sangat menggiurkan.

Bahkan, jika dikelola dengan baik, maka keuntungannya bisa lebih dari 100 persen.

Membaiknya komoditi jagung terjadi sejak setahun silam. Hal itu terjadi setelah Pemerintah resmi menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk jagung di tingkat petani sebesar Rp 5.500 per kilogram.

Melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Nomor 18 Tahun 2025, penetapan HPP jagung ini menjadi landasan bagi Perum Bulog dalam rangka menyerap hasil panen petani jagung dalam negeri untuk memperkuat stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP). Ketentuan itu efektif per Februari 2025.

Baca Juga: Zonasi dan Minim Sekolah Negeri Jadi Kendala Akses Pendidikan di Kota Tegal

"Kebijakan pemerintah ini membuat petani jagung terlindungi. Sebelumnya harga jagung bisa mencapai Rp3.000-4.000 perkilogram," kata Petani Jagung asal Desa Kalikangkung, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, M Adhi Prasetyo saat ditemui di ladangnya, Rabu 6 Mei 2026.

Petani muda yang menggeluti budidaya jagung sejak lima tahun silam, mengaku sanget terbantu dengan kebijakan tersebut. HPP jagung Rp5.500 perkilogram dinilai sangat tepat, karena petani masih mendapatkan keuntungan.

"Keuntungan lumayan mencapai 100 persen," kata M Adhi Prasetyo yang akrab disapa Mas Pras itu.

Baca Juga: Geger! Siswa SMK di Pemalang Edit Foto Teman Jadi Telanjang Pakai AI

Dijelaskan, lahan seluas 1 hektare untuk tanaman jagung membutuhkan benih sekitar 15 kilogram.

Saat ini, harga benih jagung antara Rp90 ribu perkilogram dan Rp120 ribu perkilogram. Jika menggunakan benih bagus dengan harga Rp120 ribu perkilogram, maka biaya yang dikeluarkan Rp1,8 juta.

Sedangkan kebutuhan pupuk untuk dua kali sekitar 30 kantong dan setiap kantong berisikan 50 kilogram.

Pupuk bersubsidi dijual dengan harga Rp90 ribu perkantong, sehingga biaya yang dikeluarkan Rp4,5 juta.

"Kami juga berterimakasih kepada pemerintah karena harga pupuk Rp90 ribu perkantong. Sebelumnya harga Rp120 ribu perkantong," beber Mas Pras.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk tenaga kerja dibutuhkan sekitar 10 orang untuk proses menanam, pemupukan dan pemeliharaan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait