Disperintransnaker Tegal Pastikan Aktivitas Pekerja PT SAS Kreasindo Utama Tetap Normal Pasca Kebakaran Gudang

Senin, 27 April 2026 | 18.44
Tim pemadam kebakaran Kabupaten Tegal berjibaku memadamkan api yang membakar gudang machining atau area produksi komponen furnitur PT SAS Kreasindo Utama, Maribaya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Minggu, 26 April 2026.
Tim pemadam kebakaran Kabupaten Tegal berjibaku memadamkan api yang membakar gudang machining atau area produksi komponen furnitur PT SAS Kreasindo Utama, Maribaya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Minggu, 26 April 2026.

Aktivitas 2.000 pekerja PT SAS Kreasindo Utama tetap normal pasca kebakaran gudang machining; produksi tak lumpuh, kerugian ditaksir Rp15 miliar tanpa korban jiwa.

SLAWI , puskapik.com – Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Disperintransnaker) Kabupaten Tegal memastikan operasional dan aktivitas pekerja di pabrik furnitur PT SAS Kreasindo Utama tetap berjalan normal.

Kebakaran yang melanda area gudang machining atau area produksi komponen furnitur pada Minggu, 26 April 2026 malam dipastikan tidak melumpuhkan produksi secara keseluruhan.

Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) dan JaminanSosial Tenaga Kerja (Jamsosnaker) Disperintransnaker Kabupaten Tegal, Agus Massani, menegaskan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak manajemen perusahaan, insiden tersebut tidak berdampak pada kelangsungan kerja para karyawan.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Warning BUMD: Harus Kreatif dan Inovatif Hasilkan PAD

"Hasil komunikasi kami dengan pihak perusahaan, kebakaran ini tidak berimbas pada aktivitas pekerja. Pekerja tetap masuk dan beraktivitas seperti biasa," ujar Agus Massani, Senin, 27 April 2026 sore.

Sedikitnya ada 2.000 pekerja yang menggantungkan hidup di perusahaan pengolahan kayu terbesar di Tegal yang berada di Jalan Raya Maribaya Km 10,5, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Baca Juga: Masuki Masa Pensiun , 82 PNS Pemkab Tegal Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian

Menurut Agus, titik api hanya melahap sebagian ruangan, yakni gudang mesin, sehingga area produksi lainnya masih bisa dioperasikan.

Ia juga menambahkan bahwa aset yang terdampak kemungkinan besar telah tercover oleh asuransi, sehingga meminimalisir risiko finansial yang dapat mengganggu hak-hak pekerja.

"Insya Allah tidak ada imbas negatif ke pegawai. Pekerja tetap bekerja seperti biasa karena yang terbakar bukan seluruh pabrik, hanya sebagian kecil area gudang mesin saja," imbuhnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait