Evaluasi Satgas MBG, Sekda Kabupaten Tegal Ungkap Penyebab 16 SPPG Kena Suspend

Kamis, 25 Juni 2026 | 06.34
Satuan Tugas MBG Kabupaten Tegal menggelar raapat koordinator bersama Korwil BGN dan Korcam di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Tegal, Rabu, 24 Juni 2026.
Satuan Tugas MBG Kabupaten Tegal menggelar raapat koordinator bersama Korwil BGN dan Korcam di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Tegal, Rabu, 24 Juni 2026.

Satgas MBG Kabupaten Tegal mengungkap 16 SPPG disuspensi, 15 akibat IPAL tak sesuai standar dan satu karena KLB. Audit dilakukan selama libur sekolah.

SLAWI, puskapik.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Amir Makhmud, menegaskan, Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan pembenahan masif terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya.

Hal ini disampaikan pada rapat koordinasi rutin bersama Korwil BGN Kabupaten Tegal dan Koordinator Kecamatan (Korcam) se-Kabupaten Tegal, guna mengevaluasi kondisi SPPG Kabupaten Tegal di Ruang Rapat Sekda, Pemkab Tegal, Rabu, 24 Juni 2026.

Amir Makhmud yang juga Ketua Satgas MBG Kabupaten Tegal mengungkapkan, dari total 304 SPPG yang tercatat di Kabupaten Tegal, saat ini ada 16 unit yang sedang disuspensi atau dihentikan sementara operasionalnya.

Baca Juga: Penanganan Stunting, Gerakan GENTING Pemkab Tegal di Kudaile Sasar Keluarga Berisiko

Amir merinci, sebanyak 15 SPPG ditangguhkan karena masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak sesuai standar, sedangkan 1 unit lainnya disebabkan oleh Kejadian Luar Biasa (KLB)/ keracunan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Tegal secara tegas menyampaikan tidak ada SPPG fiktif di wilayahnya.

"Di Kabupaten Tegal tidak ada temuan SPPG fiktif. Tidak ada, karena semua yang ada saat ini 114 posisi sudah progress, ada daftar ID-nya, dan tidak ada yang fiktif," ujar Amir Makhmud.

Baca Juga: KPK Turun ke Pemalang, Ingatkan Tata Kelola Pokir DPRD

Amir merinci, sebaran 304 SPPG di Kabupaten Tegal saat ini meliputi

166 unit telah beroperasi aktif.

16 unit sedang disuspensi (skorsing). Kemudian, 114 unit dalam proses persiapan izin operasional dan 24 unit dalam persiapan operasional.

Sesuai keputusan nasional, seluruh aktivitas pelayanan SPPG diliburkan mengikuti kalender libur sekolah hingga hari pertama masuk pada 13 Juli mendatang. Amir menyatakan momentum libur panjang ini dimanfaatkan penuh oleh BGN untuk melakukan audit total dan menindaklanjuti kebijakan pusat.

Meski pelayanan ke siswa libur, Amir memastikan kantor SPPG tidak kosong. Staf BGN tetap masuk kantor dan bersiaga selama 24 jam. Semua biaya operasional, termasuk listrik selama masa libur, tetap ditanggung melalui sistem reimbursement dari anggaran operasional yang telah dialokasikan. Pihaknya juga memastikan tidak ada mitra di Kabupaten Tegal yang memaksa untuk tetap beroperasi selama masa libur sekolah.

Ke depan, Satgas MBG bersama Korcam akan mengawal ketat penyusunan menu harian di tingkat kecamatan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait