Kemeriahan Kirab Pusaka Kyai Plered , Berebut Uang Logam Hingga Belajar Budaya Tradisi Tegal

Selasa, 19 Mei 2026 | 11.05
Warga menyambut arak-arakan Kirab Tombak Kyai Plered dari Rumah Dinas Bupati Tegal menuju Gedung Kabupaten Tegal, Senin, 18 Mei 2026.
Warga menyambut arak-arakan Kirab Tombak Kyai Plered dari Rumah Dinas Bupati Tegal menuju Gedung Kabupaten Tegal, Senin, 18 Mei 2026.

Ribuan warga dan pelajar SD antusias menyambut Kirab Tombak Kyai Plered di Slawi, Tegal, yang dimeriahkan arak-arakan budaya dan saweran Bupati.

SLAWI, puskapik.com – Ribuan warga dan pelajar Sekolah Dasar (SD) antusias menyambut arak-arakan Kirab Tombak Kyai Plered di sepanjang rute menuju Gedung DPRD Kabupaten Tegal, Senin, 18 Mei 2026.

Arak-arakan budaya ini dimeriahkan oleh anggota Paskibra pembawa bendera Merah Putih dan anggota Pramuka yang membawa foto Bupati Tegal dari masa ke masa. Di belakangnya tampak Tombak Kyai Plered beserta pusaka pendamping, mobil gamelan, serta puluhan kereta kencana dan dokar yang membawa jajaran pejabat daerah.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Ahmad Kholid, Sekda Amir Makhmud, bersama jajaran Forkopimda Plus dan camat tampil serasi mengenakan pakaian adat Tegal berbahan kain batik tulis. Perwakilan keluarga besar Kalisoka juga turut mengiringi jalannya kirab.

Baca Juga: Japras Cup Ke-5 Digelar Meriah di Pekalongan, Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Renang Muda

Rombongan menempuh rute dari Rumah Dinas Bupati di Jalan Merpati Desa Slawi Kulon, melintasi Jalan KH A Wahid Hasyim dan Jalan Dr. Soetomo, hingga berakhir di Gedung DPRD Kabupaten Tegal. Sepanjang jalan, para siswa dan warga riuh memanggil nama bupati dan wakil bupati mereka.

Suasana makin meriah saat Bupati Ischak mulai menyebar uang receh logam dan bunga melati ke arah kerumunan. Warga langsung menyerbu saweran tersebut dengan penuh sukacita.

Melihat antusiasme warga yang tinggi, Wakil Bupati Ahmad Kholid, Sekda Amir Makhmud, serta para kepala OPD ikut membagikan uang pecahan Rp500 hingga Rp5.000 di sepanjang rute hingga Alun-Alun Hanggawana.

Baca Juga: Dana Desa Anjlok, DPRD Pemalang Usulkan Bantuan Keuangan Khusus Desa

"Bagus, keren! Dapat duit juga dari Pak Ischak," ujar Hafiz, salah satu siswa SD Aisyiyah Slawi yang hadir sambil tertawa riang.

Selain sebagai hiburan, kirab budaya ini menjadi sarana edukasi yang efektif bagi generasi muda.

Alvian, seorang guru dari SD Aisyiyah Slawi, sengaja memboyong 40 siswa kelas 5 untuk menyaksikan acara ini secara langsung di depan Markas Brigif 4/Dewa Ratna.

“Melalui acara ini, anak-anak bisa mengenal adat budaya daerah sekaligus melihat langsung wajah Bupati dan Wakil Bupati yang biasanya hanya mereka lihat di foto atau poster,” jelas Alvian.

Hal senada juga diungkapkan oleh Purwono, guru SD Kagok 01, yang menilai kegiatan ini efektif untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap Kabupaten Tegal.

Rangkaian prosesi kirab ini sebenarnya telah dimulai sejak Sabtu, 16 Mei 2026 pagi melalui prosesi penyerahan tombak oleh Bupati Ischak kepada keluarga besar Kalisoka.

Pusaka tersebut kemudian disemayamkan di Padepokan Pangeran Purbaya Kalisoka sebelum dikirab kembali menuju Rumah Dinas Bupati pada Minggu, 17 Mei 2026 bersama kirab hasil bumi dari 51 peserta.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait