Mengulik Sejarah Banjaran Tegal, Jadi Simpul Strategis Jalur Pantura Masa Lalu

Wilayah Banjaran di Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal sempat menjadi pusat peradaban Kerajaan Mataram. Tidak hanya benteng, tapi juga pusat administrasi, militer hingga budaya.
SLAWI, puskapik.com - Wilayah Banjaran di Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal sempat menjadi pusat peradaban Kerajaan Mataram. Tidak hanya benteng, tapi juga pusat administrasi, militer hingga budaya.
Banjaran yang berada di jalan nasional Tegal-Slawi, saat ini sangat padat penduduk dan menjadi pusat perekonomian masyarakat.
Dalam catatan buku De Derde Javanaansche Successie-Oorlog 1746-1755 karya P. J. F. Louw disebutkan bahwa Tegal pada masa Mataram memiliki pasukan bernama Jagasura.
Baca Juga: Bandara Adi Soemarmo Bersolek, VIP Room Disiapkan Sambut Tamu Negara sampai Jamaah Haji
Pasukan pengawal sunan tersebut dipimpin Ngabehi Tirtanegara dengan kekuatan sekitar 600 orang. Nama Surojambilan yang tercantum dalam peta lama diduga berkaitan dengan lokasi berkumpulnya pasukan itu.
“Kalau dilihat dari toponimi atau nama wilayah, Banjaran kemungkinan besar merupakan zona pemerintahan lama. Bukan hanya benteng, tetapi juga pusat aktivitas administrasi, militer, hingga budaya,” kata Penggiat budaya Kabupaten Tegal, W Winarno, Kamis 21 Mei 2026.
Dikatakan, kawasan Banjaran yang berada di jalur penghubung pesisir dan pedalaman sangat mungkin menjadi titik penting pemerintahan Tegal sebelum sistem administrasi modern terbentuk.
Dalam tradisi lisan masyarakat setempat, wilayah tersebut juga dikenal dengan sebutan Tembok Luewueng, yang berarti pagar hutan. Hal itu menguatkan dugaan adanya kawasan pertahanan yang membatasi pusat kekuasaan.
Keberadaan benteng yang tercatat dalam arsip Leiden, menurut Winarno, setidaknya menjadi petunjuk bahwa Tegal bukan sekadar kota di jalur Pantura.
"Daerah ini pernah memiliki posisi penting dalam jaringan politik, perdagangan, dan pertahanan di pesisir utara Jawa pada masa kerajaan-kerajaan Islam," katanya.
Winarno menuturkan, kawasan Banjaran sebagai wilayah strategis di pesisir utara Jawa. Hal tersebut terdapat pada arsip dan peta lama yang tersimpan di koleksi Leiden University Libraries memperlihatkan adanya
Baca Juga: Viral Konvoi Pelajar SMP, Kapolres Pekalongan Sampaikan Pesan Menyentuh, Manfaatnya Apa?
Dalam peta tua bertajuk Topographische Land Kaart Tagal Pamalang tahun 1796, terlihat penanda benteng atau fort yang berada di sekitar jalur perdagangan lama serta dekat pelabuhan.
“Dari peta kuno itu terlihat bahwa Banjaran bukan sekadar permukiman biasa, tetapi kawasan penting yang didukung pelabuhan dan sistem pertahanan. Ini menunjukkan Tegal memiliki peran strategis sejak masa lampau,” kata Winarno.
Dijelaskan , benteng tersebut pada awalnya kemungkinan berupa pagar pertahanan sederhana.


