PKB Kabupaten Tegal Beri Bantuan Sepeda pada Dua Siswa yang Jalan Kaki 8 Km ke Sekolah Viral di Medsos

Dua anak asal Desa Bulakpacing, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, yang viral di media sosial karena jalan kaki 8 km berangkat sekolah mendapat bantuan sepeda dari DPC PKB Kabupaten Tegal
SLAWI, puskapik.com - Dua anak asal Desa Bulakpacing, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, yang viral di media sosial karena jalan kaki 8 km berangkat sekolah mendapat bantuan sepeda dari DPC PKB Kabupaten Tegal, Sabtu 9 Mei 2026.
Kedua siswa ini juga telah banyak mendapatkan bantuan dari para donatur karena kisahnya yang menyedihkan.
Dua anak itu, Alfin William Tumbol (15) siswa kelas VIII SMPN 5 Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal dan adiknya, Nova Ezra Tumbol (12) siswa SDN Adiwerna 3, Kecamatan Adiwerna.
Baca Juga: Yayasan Sahabat Anak Yatim Tegal Terima Wakaf Tanah 236 Meter Persegi di Langgen
Kedua anak ini, viral setelah foto dan narasinya diunggal di media sosial.
Unggahan yang dilakukan salah satu warga Bulakpacing itu, Alfian berangkat sekolah pukul 03.00 atau pukul 04.00 WIB.
Alfian dan adiknya berangkat sekolah jalan kaki tanpa sarapan dan uang saku.
Saat kedatangan Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal, Umi Azkiyani di rumah Alfian Nomor 33 RT 06 RW 04 Bulakpacing, Alfian dan Nova tengah kedatangan kunjungan dari guru SMPN 5 Adiwerna, dan lerangkat Desa Bulakpacing.
Kedua anak yang baru pindah ke Bulakpacing selama 8 bulan ini, tinggal di rumah neneknya, Rayi yang usianya sudah 71 tahun.
Rumah itu kondisinya cukup memprihatinkan, karena bangunan sudah cukup lama.
Umi Azkiyani langsung mengklarifikasi informasi yang beredar di medsos, terkait dengan waktu berangkat sekolah pukul 03.00 WIB, jalan kaki ke sekolah, tidak pernah sarapan dan tanpa uang saku.
Alfin menceritakan, sebelumnya ia bersama adiknya tinggal di Cileungsi Bogor bersama ibunya, Serli.
Karena sesuatu hal, mereka pindah ke rumah neneknya di Bulakpacing. Namun, ibunya terpaksa bekerja ke Pulau Bali untuk bisa menghidupi kedua anaknya itu.
Tiap bulan, ibunya mengirimkan uang saku untuk Alfin dan adiknya tidak menentu atau kurang dari Rp500 ribu.
Baca Juga: Wagub Taj Yasin Menyambut Baik Kolaborasi Masyarakat Ekonomi Syariah Jateng dengan KDKMP Tambakrejo
"Terkadang tidak sarapan agar uangnya cukup," kata Alfin.
Alfin mengaku berangkat menggunakan sepeda dengan adiknya. Alfin mengantarkan adiknya terlebih dahulu ke SDN Adiwerna 3 baru ke SMPN 3 Adiwerna.
Biasanya berangkat sekitar pukul 05.30-06.00 WIB. Jika sepedanya rusak, maka terpaksa jalan kaki.
"Ya pernah berangkat jam 3 atau 4 lagi, kalau sepedanya rusak," ujarnya.
Kondisi itu dibenarkan neneknya, Rayi. Nenek berkerudung itu mengakui kalau sepedanya rusak terpaksa jalan kaki.
Mengandalkan Kiriman
Tapi, terkadang adanya saudaranya yang berangkat ke pasar pada pagi hari, mengantarkan ke sekolah. Untuk uang saku mengandalkan kiriman dari ibunya.
"Kalau sarapan biasnya beli, dan makan siang tak siapkan di rumah," ujar Rayi.
Perangkat Desa Bulakpacing, Aida menjelaskan, viralnya kedua anak itu karena ada tetangganya yang mengunggah ke medsos.
Pihaknya sempat mengklarifikasi maksud dan tujuan mengunggah di medsos.
Diketahui ada persoalan utang piutang dengan ibunya.
"Kami sudah klarifikasi dan yang mengunggah sudah meminta maaf," katanya.
Aida menjelaskan, Alfin dan Nova merupakan warga pendatang yang baru bermukim selama 8 bulan.
Bahkan, kedua anak dan ibunya itu, belum pindah tempat. Ia mengaku tengah mengurus administrasi kependudukan untuk bisa memiliki Kartu Keluarga.
Hal itu dimaksudkan agar saat ada program dari pemerintah bisa mendapatkan bantuan.
"Belum lamai ini, Alfin juga mendapatkan bantuan dari Kapolres Tegal," kata Aida yang mengaku di desanya tidak ada angkutan menuju Adiwerna.
Umi Azkiyani mengaku iba dengan kondisi kedua anak tersebut. Bahkan, terenyuh dengan anak yang berangkat sekolah jalan kaki dengan menempuh jarak 8 km.
Terlebih, jalan kaki tanpa sarapan dan uang saku.
"Kami memberikan dua sepeda untuk Alfin dan Nova sekaligus bantuan sembako dan uang saku," kata Umi Azkiyani yang juga Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal itu.
Ditambahkan, keluarga Alfin akan menjadi prioritas program pemerintah.
Namun demikian, dalam waktu dekat akan membantu proses pemindahan Alfin untuk ikut Kartai Keluarga neneknya.
"Kalau neneknya sudah dapat program PKH. Kami akan upayakan agar kedua anak ini bisa terus sekolah dengan bantuan dari pemerintah," pungkasnya. ***



