PKB Kabupaten Tegal Beri Bantuan Sepeda pada Dua Siswa yang Jalan Kaki 8 Km ke Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 9 Mei 2026 | 23.40
PKB Kabupaten Tegal
Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal, Umi Azkiyani menyerahkan bantuan sepeda untuk Alfin dan Nova warga Desa Bulakpacing, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Sabtu 8 Mei 2026. (Foto : Guntur/puskapik.com)

Dua anak asal Desa Bulakpacing, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, yang viral di media sosial karena jalan kaki 8 km berangkat sekolah mendapat bantuan sepeda dari DPC PKB Kabupaten Tegal

SLAWI, puskapik.com - Dua anak asal Desa Bulakpacing, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, yang viral di media sosial karena jalan kaki 8 km berangkat sekolah mendapat bantuan sepeda dari DPC PKB Kabupaten Tegal, Sabtu 9 Mei 2026.

Kedua siswa ini juga telah banyak mendapatkan bantuan dari para donatur karena kisahnya yang menyedihkan.

Dua anak itu, Alfin William Tumbol (15) siswa kelas VIII SMPN 5 Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal dan adiknya, Nova Ezra Tumbol (12) siswa SDN Adiwerna 3, Kecamatan Adiwerna.

Baca Juga: Yayasan Sahabat Anak Yatim Tegal Terima Wakaf Tanah 236 Meter Persegi di Langgen

Kedua anak ini, viral setelah foto dan narasinya diunggal di media sosial.

Unggahan yang dilakukan salah satu warga Bulakpacing itu, Alfian berangkat sekolah pukul 03.00 atau pukul 04.00 WIB.

Alfian dan adiknya berangkat sekolah jalan kaki tanpa sarapan dan uang saku.

Saat kedatangan Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal, Umi Azkiyani di rumah Alfian Nomor 33 RT 06 RW 04 Bulakpacing, Alfian dan Nova tengah kedatangan kunjungan dari guru SMPN 5 Adiwerna, dan lerangkat Desa Bulakpacing.

Kedua anak yang baru pindah ke Bulakpacing selama 8 bulan ini, tinggal di rumah neneknya, Rayi yang usianya sudah 71 tahun.

Rumah itu kondisinya cukup memprihatinkan, karena bangunan sudah cukup lama.

Umi Azkiyani langsung mengklarifikasi informasi yang beredar di medsos, terkait dengan waktu berangkat sekolah pukul 03.00 WIB, jalan kaki ke sekolah, tidak pernah sarapan dan tanpa uang saku.

Alfin menceritakan, sebelumnya ia bersama adiknya tinggal di Cileungsi Bogor bersama ibunya, Serli.

Karena sesuatu hal, mereka pindah ke rumah neneknya di Bulakpacing. Namun, ibunya terpaksa bekerja ke Pulau Bali untuk bisa menghidupi kedua anaknya itu.

Tiap bulan, ibunya mengirimkan uang saku untuk Alfin dan adiknya tidak menentu atau kurang dari Rp500 ribu.

Baca Juga: Wagub Taj Yasin Menyambut Baik Kolaborasi Masyarakat Ekonomi Syariah Jateng dengan KDKMP Tambakrejo

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait