Sungai Cacaban Meluap, Ratusan Rumah di Sidaharja Terendam Banjir

Luapan Sungai Cacaban merendam ratusan rumah di Desa Sidaharja, Suradadi, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,2 meter.

Banjir luapan Sungai Cacaban rendam 600 KK di Sidaharja Suradadi, air capai 1,2 meter, akses jalan terputus dan warga mulai mengungsi.

SLAWI, puskapik.com - Ratusan rumah di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal terendam banjir pada Kamis (12/2) akibat meluapnya Sungai Cacaban sejak pukul 02.00. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1 meter hingga 1,2 meter, mengganggu aktivitas warga setempat.

Banjir juga menyebabkan jalur utama Sidaharja–Jatibogor tidak dapat dilalui kendaraan karena arus air yang sangat deras. Hingga Kamis siang, genangan air di pemukiman warga belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Hasil pendataan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, sedikitnya 600 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.400 jiwa terdampak. Wilayah yang terendam meliputi tiga RW. Yakni RW 03 di RT 02, 03, 04, 05 , RW 05 di RT 06, 09, 10 serta RW 07 di RT 11, 13, 15.

Baca Juga: Masyarakat Diimbau Tidak Melintasi Jalan di Jalur Clirit Tegal

Beberapa warga bertahan di rumah , namun sebagian warga mengungsi di tempat yang aman.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo menuturkan,

banjir dipicu hujan deras sejak Rabu (11/2) pukul 17.00 di wilayah atas seperti Jatinegara, Bumijawa dan Bojong. Pada Kamis (12/2) dini hari atau sekitar pukul 02.00 air Sungai Cacaban mulai meluap dan memasuki rumah warga hingga setinggi 1, 2 meter.

PMI bersama BPBD, Koramil Suradadi, Polsek Suradadi, dan perangkat desa langsung melakukan asesmen dan koordinasi di lapangan. Pada Kamis siang, PMI mulai mendistribusikan makan siang untuk warga. Distribusi dilakukan menggunakan perahu fiber PMI Kabupaten Tegal.

“Kebutuhan mendesak warga saat ini family kit, matras, dan logistik makanan,” ujarnya.

Banjir di daerah tersebut merupakan peristiwa berulang setiap kali musim hujan.

Artikel Terkait