Update Gunung Slamet Terkini, 3 Kali Gempa Low Frequency

Gunung Slamet terpantau cerah-berawan dengan 3 gempa low frequency, status Level II (Waspada), warga diminta menjauhi radius 3 km dari kawah.
SLAWI, puskapik.com - Update Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten Jawa Tengah, kondisi cuaca cerah hingga berawan, Jumat 8 Mei 2026.
Gunung Slamet juga mengalami 3 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 11-16 detik.
Dilansir dari MAGMA Indonesia laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Albertus Galih Prasida Kastawa, A.Md, per 24 jam pada 8 Mei 2026 pukul 00.00-24.00 WIB, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah selatan.
Baca Juga: Wagub Jateng Takjub! Tari Saman SMA 4 Semarang Juara Internasional di Thailand
Suhu udara sekitar 20.9-27.5°C dengan kelembaban 65-86%.
Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah nihil.
Pengamatan kegempaan terjadi 3 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 11-16 detik.
Baca Juga: Semangat Penyintas Kanker Tampil Memukau di Lomba Sambung Lagu HKG PKK 2026 Kabupaten Tegal
Selain itu, 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 5.5 mm, S-P 4.86 detik dan lama gempa 28 detik.
Sedangkan gempa Tremor Menerus terjadi 1 kali dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm.
Kesimpulan tingkat aktivitas gunungapi Slamet Level II (Waspada). Direkomendasikan, masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Slamet.
Gunung Slamet, yang menjulang gagah di antara Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Tegal, Pemalang, dan Brebes, bukan sekadar bentang alam yang menawan. Ia adalah “atap Jawa Tengah”, gunung tertinggi di provinsi ini sekaligus gunung berapi tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru di Jawa Timur.
Dengan ketinggian mencapai 3.428 meter di atas permukaan laut, Slamet menjadi simbol keagungan alam dan kebanggaan masyarakat Jawa Tengah.
Nama “Slamet” berasal dari kata “selamat”, yang oleh masyarakat sekitar dipercaya membawa makna keselamatan dan ketenangan.
Kepercayaan ini sudah hidup sejak lama, sehingga warga sekitar memandang Gunung Slamet sebagai tempat yang sakral.
Artikel Terkait

Menutup Rangkaian Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal, PWI Gelar Turnamen Mini Soccer

Kondisi Alun-Alun Hanggawana Slawi Saat Ini, Semrawut dan Kumuh

Satresnarkoba Polres Tegal Ringkus Dua Pengedar Obat Keras Ilegal, Gunakan Sistem COD Antar Obat Sesuai Pesanan
