Bakti Kesehatan di Kota Tegal Diserbu Warga, Deteksi Dini TBC Diperkuat

Ribuan warga Tegal mengikuti bakti kesehatan dengan layanan cek gratis dan skrining TB. Wamenkes menekankan pentingnya deteksi dini untuk menekan kasus penyakit
TEGAL, puskapik.com - Ribuan warga memadati halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Selasa 23 Juni 2026, untuk mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis atau CKG hingga skrining Tuberkulosis.
Pada kegiatan ini, masyarakat mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah hingga deteksi dini penyakit tidak menular.
Selain itu, panitia juga menyediakan layanan rontgen dada, skrining TB serta donor darah.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Oktavianus menilai, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi langkah konkret dalam mempercepat deteksi penyakit di masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Tegal Anggarkan Perbaikan Yamansari Hingga Guci Tegal Rp30 M
Benjamin mengungkapkan, Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan kasus TB tertinggi kedua di dunia, sehingga penanganannya menjadi prioritas nasional.
"Upaya penanggulangan TB dilakukan secara masif, termasuk dengan menemukan kasus aktif dan melakukan pelacakan pada keluarga pasien," ujar Benjamin.
Menurut Benjamin, pemeriksaan terhadap anggota keluarga pasien penting dilakukan, karena potensi penularan kerap terjadi tanpa gejala awal.
Selain penyakit menular, kegiatan ini juga menitikberatkan pada deteksi penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi, yang berisiko memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung hingga gagal ginjal.
Baca Juga: Kunjungi Pemalang, Pangdam Diponegoro Cek Pembangunan Batalyon Satria Benowo
Benjamin menyebut, program CKG dirancang untuk mendorong masyarakat lebih sadar melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini guna mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pembiayaan untuk penanganan penyakit katastropik seperti stroke, jantung dan gagal ginjal mencapai sekitar Rp 52 triliun per tahun.
Karena itu, pemerintah terus mendorong pendekatan preventif melalui edukasi dan pemeriksaan rutin guna menekan beban pembiayaan kesehatan nasional.
"Kami juga memantau tingginya temuan kasus TB di Kota Tegal dalam setahun terakhir," ujar Benjamin.
Menurut Benjamin, hal tersebut menunjukkan upaya pencarian kasus berjalan efektif.


