Ikut Tandu Tao Pe Kong di Klenteng Hok Ie Kiong Slawi, Bupati Tegal Ischak : Ini Jadi Simbol Kebangkitan UMKM
Senin, 17 November 2025 | 05.48

TEGAL, puskapik.com - Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman cukup atraktif dalam setiap kesempatan. Kali ini, Bupati muda yang energik ikut mengangkat tandu Tao Pe Kong dalam Kirab Ritual Budaya yang ...
TEGAL, puskapik.com - Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman cukup atraktif dalam setiap kesempatan.
Kali ini, Bupati muda yang energik ikut mengangkat tandu Tao Pe Kong dalam Kirab Ritual Budaya yang digelar oleh Klenteng Hok Ie Kiong Slawi dalam rangka menyambut Hari Kebesaran (Seng Thian) Kongco Liem Thay Soe Tahun 2576/2025, Minggu 16 November 2025.
Kirab budaya mengambil rute dari depan Klenteng Hok Ie Kiong Slawi menuju utara, belok ke kiri menuju pabrik Teh Gopek dan kembali ke timur.
Selanjutnya di simpang empat PLN kirab belok ke kiri menuju utara berputar di bundaran Masjid Agung dan kembali lagi ke selatan.
Sebelumnya, Bupati Ischak saat pemberangkatan Tao Pe Kong sempat mencoba membawa tandu yang berisikan payung dewa.
Dengan semangat, Mas Ischak mengangkat tandu bersama jamaah Klenteng Hok Ie Kiong.
Tidak terlalu jauh, namun tontonan itu sempat membuat masyarakat yang hadir tertegun dengan Mas Ischak yang mau membawa tandu saat Kirab Ritual Budaya tersebut.
Saat ditanya kesan mengangkat tandu, Bupati Ischak mengakui tandunya cukup berat, namun dengan candaan khasnya ia mengatakan tandunya cukup berat, namun tidak seberat hidupmu.
"Tandunya cukup berat tapi tidak seberat hidupmu," katanya sambil tertawa.
Menurut Ischak, tandu tersebut berbobot 110 kilogram digotong 4 orang, sehingga per orangnya memikul bebat seberat 27,5 kilogram.
Namun demikian, Mas Ischak senang bisa berpartisipasi dalam Kirab Ritual Budaya menyambut Hari Kebesaran (Seng Thian) Kongco Liem Thay Soe Tahun 2576/2025.
Bupati Ischak Maulana Rohman mengapresiasi terselenggaranya kirab budaya dan festival kuliner ini.
"Ini menjadi simbol kebangkitan UMKM, kita bisa lihat sepanjang jalan banyak pelaku UMKM yang berpartisipasi," ujarnya.
Kirab budaya dan kuliner ini, kata Ischak, membuat perputaran ekonomi hidup.
Terlebih, dengan banyaknya UMKM yang menjajakan produk khas kuliner Tegal. Ia melihat dengan adanya kegiatan ini antusias masyarakat sangat tinggi.
"Pemkab Tegal sangat mendukung acara ini. Ini juga sebagai simbol kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Tegal, disini ada suku Jawa, China, dan berbagai macam agama bisa hidup berdampingan, kondusifitas dan kerukunan terjaga, saling mendukung dan saling mensupport," ujar Bupati Ischak.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan, dengan digelarnya acara ini yang melibatkan 68 Klenteng yang diikuti 50 orang delegasi setiap Klenteng, maka lebih dari 3.000 orang datang ke Slawi.
"Hotel penuh, kuliner laris promosi wisatanya jalan, efeknya secara ekonomi sangat luar biasa. Acara ini kolaborasi antara Pemkab dan Klenteng, guyub bersama," ucapnya.
Ketua Yayasan Adhi Dharma Slawi, Indra Kurniawan mengatakan, kirab budaya ini melibatkan sebanyak 68 utusan Klenteng dari berbagai kota se-Nusantara dan untuk festival kuliner diikuti 118 pelaku UMKM.
"Acara digelar sejak hari Jumat, 14 November 2025, dan terakhir hari. Diperkirakan acara selesai pukul 17.00 WIB, dan dilanjut goyang halaman hingga malam dipelataran Klenteng Hok Ie Kiong," pungkasnya. **
Artikel Terkait

Sumur Warga Tercemar, Kelurahan Kaligangsa Salurkan Kaporit dan Tawas

Genangan Tahunan di Krandon Akhirnya Dipetakan, Penanganan Butuh Rp 2 Miliar

Genangan Air Krandon Tegal Ditangani, 250 Orang Turun Bersihkan Saluran
