Cuaca Panas di Tegal, BMKG Jelaskan Penyebab dan Prediksi Musim Hujan

Selasa, 14 Oktober 2025 | 21.14

TEGAL, puskapik.com - Warga Kota Tegal dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir mengeluhkan suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya. Kondisi ini ternyata wajar terjadi, menurut penjelasan ...

TEGAL, puskapik.com - Warga Kota Tegal dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir mengeluhkan suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya. Kondisi ini ternyata wajar terjadi, menurut penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal. Prakirawan BMKG Tegal, Nurul Aeni mengatakan, peningkatan suhu udara disebabkan oleh beberapa faktor alam yang terjadi bersamaan. Tonton Video Cuaca Panas di Tegal, BMKG Jelaskan Penyebabnya “Beberapa hari ini kita merasakan cuacanya terasa panas banget. Pertama, karena posisi gerak semu matahari sejak September bergerak ke arah Selatan ekuator. Jawa berada di bagian Selatan, jadi otomatis menerima paparan sinar matahari lebih langsung,” jelas Nurul pada Selasa 14 Oktober 2025. Selain itu, lanjut Nurul, saat ini wilayah Jawa Tengah masih berada dalam musim kemarau, di mana tutupan awan relatif sedikit. Kondisi langit yang cerah membuat radiasi matahari langsung menyentuh permukaan bumi, sehingga suhu udara meningkat secara signifikan. “Kenapa kita juga merasa agak gerah?. Karena kelembapan udara di Kota Tegal masih cukup tinggi, sekitar 80 persen. Jadi panasnya terasa menyengat dan lembap,” ujar Nurul. Berdasarkan data BMKG, suhu tertinggi di Kota Tegal pada Minggu, 12 Oktober 2025 mencapai 34 derajat celcius. Fenomena serupa juga dialami di sejumlah daerah lain di Indonesia, seperti Jakarta dan wilayah-wilayah yang berada di Selatan ekuator. Nurul menambahkan, kondisi suhu panas seperti ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025. Adapun musim hujan di wilayah Kota Tegal diprediksi mulai terjadi pada dasarian ketiga Oktober 2025 atau sekitar akhir bulan ini. “Jadi masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca panas, perbanyak minum air putih dan gunakan pelindung diri jika beraktivitas di luar ruangan,” imbau Nurul. Menariknya, tidak semua wilayah Tegal mengalami kondisi yang sama. Di Kabupaten Tegal bagian Selatan, seperti Kecamatan Bojong, Bumijawa dan sekitarnya, justru sudah mulai sering turun hujan dengan intensitas sedang. Nurul menerangkan, tanda-tanda peralihan musim biasanya ditandai dengan munculnya awan cumulonimbus atau CB yang dapat memicu hujan disertai petir dan angin kencang. “Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame dan pastikan peralatan elektronik dicabut untuk menghindari risiko sambaran petir,” pungkas Nurul. **

Artikel Terkait