Dishub Tegal Uji Coba Angkutan Sekolah Gratis, Angkot Mulai Kembali Terisi Penumpang

Sabtu, 29 November 2025 | 17.48

TEGAL, puskapik.com - Uji coba layanan angkutan sekolah gratis di Kota Tegal bukan hanya memudahkan pelajar berangkat ke sekolah, tetapi juga menggerakkan kembali aktivitas angkutan perkotaan yang sel...

TEGAL, puskapik.com - Uji coba layanan angkutan sekolah gratis di Kota Tegal bukan hanya memudahkan pelajar berangkat ke sekolah, tetapi juga menggerakkan kembali aktivitas angkutan perkotaan yang selama ini sepi penumpang. Program yang berjalan sejak Senin 24 November 2025 itu menjadi tumpuan baru para sopir angkot yang dilibatkan Dinas Perhubungan dalam skema layanan ramah pelajar. Kabid Angkutan dan Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Tegal, Muhammad Anas, menjelaskan uji coba selama 18 hari ini diharapkan dapat menjadi solusi macet pada jam sekolah, terutama di kawasan Langon dan Kejambon. "Ini sekaligus menindaklanjuti tingginya animo bus sekolah. Kami ingin membantu mengurangi pengeluaran orang tua dan menambah ruang gerak bagi anak untuk menabung," ungkap Anas, Sabtu 29 November 2025. Anas menambahkan, pelibatan para sopir angkot dalam program ini menjadi peluang menghidupkan kembali moda transportasi yang sebelumnya kehilangan banyak penumpang. "Harapannya, program ini memberi manfaat ganda, pelajar terbantu, angkot juga kembali berjalan," tutur Anas. Sementara itu, Kabid Lalu Lintas, Riandy Sholeh menegaskan bahwa penanganan kepadatan lalu lintas tak bisa hanya mengandalkan rekayasa lampu lalu lintas. "Kami mencoba mengintegrasikan angkot dengan sistem manajemen demand. Salah satunya mendorong masyarakat, khususnya pelajar, untuk beralih ke transportasi umum," kata Riandy. Angkutan sekolah gratis beroperasi Senin-Jumat pukul 06.00-07.00 untuk pengantaran dan menyesuaikan jam pulang sekolah untuk penjemputan. Tiga rute yang disiapkan adalah Rute Bahari A, B dan C, masing-masing melintasi belasan sekolah dan titik-titik padat pelajar. Rute Bahari A, melayani SMPN 12, SMK PGRI, dan UPS (dua angkutan). Rute Bahari B, melayani jalur Utara-selatan, dari SMK DWP hingga SMAN 6 (empat angkutan). Sedangkan Rute Bahari C, mencakup sekolah-sekolah dari SMK YPT hingga SMAN 6 (empat angkutan). Menurut Riandy, dari hasil evaluasi sementara, kepadatan arus lalu lintas di rute yang ada, belum nampak penurunan signifikan. Meski begitu, beberapa orang tua yang mengetahui program angkutan sekolah gratis, menyatakan mendukung program tersebut. "Arus lalu lintas belum menurun signifikan, tetapi memang ada. Ditambah lagi banyak orang tua yang siap mendukung program ini. Terutama mereka yang setiap pagi mengantar anaknya lebih dari dua ke sekolah yang berbeda," ucap Riandy. **

Artikel Terkait