Fikri Faqih Dukung Penguatan AI di Politeknik Purbaya Tegal

Rabu, 24 Desember 2025 | 01.45

TEGAL, puskapik.com - Politeknik Purbaya bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Komisi X DPR RI menggelar Workshop Purbaya 2025 di Grand Dian Hotel Slawi, Senin 2...

TEGAL, puskapik.com - Politeknik Purbaya bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Komisi X DPR RI menggelar Workshop Purbaya 2025 di Grand Dian Hotel Slawi, Senin 22 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan pada penguatan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence atau AI bagi dosen dan mahasiswa pendidikan vokasi. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, yang hadir sebagai pembicara kunci, menilai pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam merespons perkembangan teknologi yang sangat cepat. Menurut Fikri, penerapan teknologi, termasuk AI harus didukung sinergi antara akademisi, dunia usaha dan pemerintah. Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mencontohkan sektor pertanian dan produk unggulan daerah yang kini membutuhkan sentuhan teknologi digital agar mampu bersaing. “Pemanfaatan AI bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan untuk kemajuan individu maupun lembaga pendidikan,” ujar Fikri. Prioritas Pengembangan Direktur Politeknik Purbaya, Muhammad Nursyams Hilmi mengatakan, penguasaan teknologi AI, khususnya dalam pembuatan konten dan pemasaran digital, menjadi salah satu prioritas pengembangan kompetensi mahasiswa. Dengan demikian, lulusan vokasi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja di era ekonomi digital. Dalam paparannya, Hilmi juga menyoroti tantangan mental di era digital, Salah satunya fenomena brain rot atau menurunnya kemampuan fokus akibat paparan informasi instan. Hilmi menekankan pentingnya kebiasaan membaca mendalam atau deep reading, untuk membangun pola pikir yang logis dan sistematis. “AI dapat menyajikan data dengan cepat, tetapi tidak bisa menggantikan kemampuan berpikir sebab akibat. Tanpa pola pikir yang kuat, seseorang tidak akan mampu memanfaatkan AI secara optimal,” ucap Hilmi. Sementara itu, perwakilan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aditya Tegar Satria, mendorong mahasiswa agar mulai berinovasi sejak dini tanpa menunggu lulus. Aditya Tegar juga mengingatkan pentingnya menjaga etika serta jejak digital sebagai bagian dari profesionalisme generasi muda. Praktisi AI, Toto Sudibyo, dalam sesi terpisah, membagikan strategi produktivitas bagi wirausaha muda, terutama dalam produksi konten pemasaran. Toto menyarankan penerapan metode Pomodoro dan sistem batching untuk menjaga fokus dan efisiensi kerja.***

Artikel Terkait