Jangan Sampai Keliru! Ini Panduan Lengkap Niat Sholat Idul Adha (Arab-Latin) dan Tata Caranya

Panduan Sholat Idul Adha 1447 H: Lengkap Bacaan Niat, Jumlah Takbir Tambahan, dan Amalan Sunnah agar Ibadah Hari Raya Lebih Khusyuk dan Sempurna.
TEGAL, puskapik.com - Gema takbir sebentar lagi akan berkumandang, menandakan Hari Raya Idul Adha segera tiba. Selain momentum penyembelihan hewan kurban, Sholat Idul Adha menjadi ibadah utama yang paling dinantikan umat Muslim untuk meraih pahala di hari yang mulia ini.
Mengingat ibadah ini hanya terjadi setahun sekali, tidak jarang ada jemaah yang lupa atau ragu mengenai bacaan niat serta jumlah takbirnya. Agar ibadah Anda berjalan khusyuk dan sah secara syariat, yuk segarkan kembali ingatan kita melalui panduan lengkap di bawah ini!
Hukum Sholat Idul Adha
Baca Juga: Perhutani KPH Pekalongan Barat Salurkan TJSL Hewan Kurban untuk Masjid Baiturrohman di Slawi
Sholat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah, artinya ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan ditekankan bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dalam kondisi menetap (mukim) maupun sedang dalam perjalanan (musafir).
Ibadah ini dikerjakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka, dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu dhuhur.
Bacaan Niat Sholat Idul Adha Lengkap
Niat sejatinya dilafalkan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Namun, melafazkannya secara lisan sebelum sholat sangat dianjurkan oleh mayoritas ulama demi memantapkan hati.
Baca Juga: Harga Emas UBS Hari Ini Turun Tipis, Cek Rincian Lengkap per Gram
Berikut adalah detail bacaan Arab, Latin, dan artinya sesuai dengan posisi Anda:
1. Niat Sebagai Makmum (Ikut Berjamaah)
Jika Anda mengikuti sholat berjamaah di masjid atau lapangan sebagai makmum:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatan li 'Idil Adha rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta'ala."


